Beberapa waktu lalu ada pertanyaan di milis tanya-jawab@linux.or.id menanyakan editor teks yang memiliki kemampuan mengedit file remote secara langsung, baik lewat ftp maupun sftp. Pada tulisan ini saya tidak akan membahas aplikasi editor teksnya karena sudah dibahas di milis. Silahkan baca sendiri di arsip milis tersebut. Saya akan membahas perbedaan Windows dengan Linux tentang kemampuan mengedit file remote.
Sewaktu saya masih menggunakan Windows beberapa tahun yang lalu, saya memiliki kebutuhan yang sama, mengedit file remote secara langsung. Ada beberapa aplikasi teks editor yang memiliki kemampuan ini, dua diantaranya yang free adalah jEdit dan Notepad++.
Ketika akhirnya saya beralih penuh ke Ubuntu, saya mencari editor teks dengan kemampuan tersebut. Saya tidak menemukan fitur yang dimaksud di aplikasi teks editor, tetapi saya menemukan fitur yang jauh lebih hebat. Linux memiliki kemampuan me-mount direktori remote sehingga akses file bisa dilakukan secara transparan, seakan-akan file tersebut berada di lokal file sistem. Fitur ini belum saya temukan di Windows tanpa bantuan aplikasi third-party.
Linux memiliki fitur mount yang secara paradigma, sangat mumpuni. File sistem perlu di-mount ke dalam struktur file dibawah / . Dengan adanya FUSE, berbagai file sistem baru bisa dibuat dengan mudah. saat ini gmail, flick, bahkan amazon s3 sudah ada driver FUSE-nya, sehingga bisa di-mount dan diakses dengan mudah.
Windows sebaliknya masih memiliki arsitektur sistem yang sama semenjak versi awalnya. Windows hanya perduli dengan file dan direktori lokal. Mapping direktori lewat jaringan hanya mendukung protokol SMB dan DAV. Dukungan akses ftp dan sftp menjadi drive letter tidak tersedia di level OS, sehingga perlu disediakan oleh aplikasi.
Saya sangat puas dengan fitur-fitur Ubuntu. Tak ada lagi alasan saya untuk menggunakan Windows, kecuali untuk beberapa hal tertentu, dan ini bisa saya lakukan lewat VirtualBox. Ubuntu telah menjadi platform ideal saya untuk semua hal yang bisa saya lakukan lewat komputer.
Minggu, Februari 01, 2009
Akses file secara remote, beda antara linux dan windows
Sabtu, Januari 10, 2009
Setting Squid di Intrepid Ibex Ubuntu untuk YM dan GTalk pakai GAIM
Beberapa hari ini saya baru menginstall squid di laptop saya. Tujuannya selain ingin belajar cara setting squid, juga untuk mengetahui detail koneksi internet saya. Dari beberapa panduan di internet, dan juga komentar pada file /etc/squid/squid.conf, saya berhasil menjalankan squid dan hasilnya cukup memuaskan. Koneksi saya rasakan menjadi lumayan stabil ketimbang koneksi langsung tanpa squid.
Satu hal yang baru saya sadari kemaren, adalah YM dan GTalk pakai GAIM ga bisa connect. Semula saya kira masalah koneksi Isat Eco yang memang kadang lambat. Setelah melihat log squid di /var/log/squid/access.log, saya mendapati baris log berikut ini:
1231494883.082 0 127.0.0.1 TCP_DENIED/403 1422 CONNECT scs.msg.yahoo.com:5050 - NONE/- text/html
1231494883.962 0 127.0.0.1 TCP_DENIED/403 1418 CONNECT talk.google.com:5222 - NONE/- text/html
Dari baris diatas terlihat bahwa koneksi ke port 5050 Yahoo dan port 5222 GTalk di-deny oleh squid. Berikut ini isi konfigurasi squid di
/etc/squid/squid.conf terkait port:
#Recommended minimum configuration:
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 # https
acl SSL_ports port 563 # snews
acl SSL_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 22 # ssh
acl Safe_ports port 443 # https
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl Safe_ports port 631 # cups
acl Safe_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 901 # SWAT
acl Safe_ports port 995 # SSL
acl Safe_ports port 587 # TLS
acl purge method PURGE
acl CONNECT method CONNECT
Di konfigurasi, port 1025 s/d 65535 sudah ada di acl Safe_ports, tetapi koneksi ke port 5050 dan 5222 masih di-deny oleh squid. Saya coba juga tanya ke oom Google, tapi hanya menemukan pertanyaan yang sama tanpa ada solusi yang menjelaskan sebab di-deny-nya koneksi. Akhirnya saya coba solusi yang terlintas di pikiran.
Pada konfigurasi ada dua acl untuk port. Sayapun mencoba menambahkan port YM dan GTalk ke acl SSL_ports, sehingga konfigurasi sekarang menjadi:
...
acl SSL_ports port 443 # https
acl SSL_ports port 563 # snews
acl SSL_ports port 873 # rsync
acl SSL_ports port 5050 # YM
acl SSL_ports port 5222 # GTalk
...
Setelah squid di-restart, sekarang saya sudah bisa terhubung lagi ke YM dan GTalk pakai GAIM. Di log sekarang ada baris:
1231514336.530 883324 127.0.0.1 TCP_MISS/200 24334 CONNECT scs.msg.yahoo.com:5050 - DIRECT/66.163.181.184 -
1231514828.691 11193 127.0.0.1 TCP_MISS/200 81031 GET http://address.yahoo.com/yab/us?v=XM&prog=ymsgr&.intl=us&diffs=1&t=0&tags=short&rt=0&prog-ver=8.1.0.249&useutf8=1&legenc=codepage-1252 - DIRECT/209.191.93.51 text/xml
...
1231515222.670 247205 127.0.0.1 TCP_MISS/200 40954 CONNECT talk.google.com:5222 - DIRECT/72.14.235.125 -
Saya masih penasaran, kenapa sampai perlu dua acl untuk port. Ternyata saya menemukan jawabannya di file konfigurasi squid, di baris berikut ini
#Recommended minimum configuration:
#
# Only allow cachemgr access from localhost
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
# Only allow purge requests from localhost
http_access allow purge localhost
http_access deny purge
# Deny requests to unknown ports
http_access deny !Safe_ports
# Deny CONNECT to other than SSL ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
Ternyata acl SSL_ports digunakan untuk membolehkan akses `CONNECT` yang memang dilakukan oleh GAIM untuk YM dan GTalk. Konfigurasi default squid akan melakukan deny terhadap semua koneksi ke port selain yang ada pada acl SSL_ports. Ini sebabnya kenapa YM dan GTalk tidak bisa terhubung, jika portnya tidak ditambahkan ke acl SSL_ports.
Semoga tulisan singkat ini dapat membantu rekan-rekan yang mengalami masalah serupa.
Rabu, November 19, 2008
Panduan Instalasi modul OCI8 pada PHP5 Ubuntu
Pada tulisan ini saya akan mencoba menerangkan langkah-langkah menginstall modul OCI8 untuk PHP5 sehingga PHP bisa melakukan koneksi ke database Oracle. Pada tulisan saya terdahulu, saya melakukan kompilasi ulang PHP-nya. Cara ini kurang menguntungkan, karena dengan keluarnya versi baru PHP, kita perlu melakukan kompilasi ulang. Dengan menggunakan modul, kita tetap dapat mengupdate PHP dengan versi terbaru, tanpa perlu repot kompilasi ulang setiap saat.
Operating System yang digunakan adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron, tetapi langkah2 ini juga sama untuk versi sebelum maupun sesudahnya. Paling-paling hanya berbeda versi PHP dan OCI8-nya saja.
Persiapan
Berikut ini adalah paket aplikasi dan library yang harus dipersiapkan.
Paket kompilasi
Paket-paket berikut ini dibutuhkan agar kita bisa melakukan kompilasi modul OCI8. Install dengan menggunakan perintah :
sudo apt-get installcheckinstall build-essential gccre2c
apt-get install php-pear php5-dev
Agar kita bisa melakukan koneksi ke database Oracle, dibutuhkan library Oracle Client. Untuk modul OCI8 kita cukup menggunakan instantclient. Download melalui alamat http://www.oracle.com/technology/software/tech/oci/instantclient/index.html
Setelah download selesai, lakukan langkah berikut ini sebagai root:
mkdir -p /opt/oracle/instantclient
cd /opt/oracle/instantclient
unzip instantclient-basic-linux32-<version>.zip
unzip instantclient-sdk-linux32-<version>.zip
echo "/opt/oracle/instantclient"
>> /etc/ld.so.conf.d/oracle.conf
ldconfig
ln -s libclntsh.so.10.1 libclntsh.so
ln -s libocci.so.10.1 libocci.so
Kompilasi dan Instalasi modul OCI8
Setelah paket-paket aplikasi yang kita butuhkan tersedia, sekarang kita akan melakukan kompilasi modul OCI8. Berikut ini langkah-langkah yang akan kita lakukan.
mkdir -p /usr/local/src
cd /usr/local/src
pecl download oci8
tar xzf oci8-1.3.3.tgz
cd oci8-1.3.3
phpize5
./configure
--with-oci8=shared,instantclient,/opt/oracle/instantclient
make
make install
Selesai? Belum juga :) Modul OCI8 sekarang sudah berada di direktori modul PHP5, tetapi PHP5 belum ditambahkan setting agar meload modul tersebut. Kita akan menambahkan setting ini dengan perintah
echo "extension=oci8.so" >
/etc/php5/conf.d/oci8.ini
Selanjutnya silahkan restart server apache httpd, lalu cek dengan phpinfo. Saat ini modul OCI8 seharusnya telah dikenali oleh PHP5 dan muncul di halaman phpinfo. PHP5 siap melakukan koneksi ke database Oracle.
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=92528
Minggu, November 16, 2008
Mengatasi firefox berjalan di modus offline di ubuntu terbaru
Pengguna Ubuntu sejak rilis Hardy Heron dan sekarang Intrepid Ibex, yang terkoneksi Internet menggunakan modem, atau tidak menggunakan Internet sama sekali, hampir dipastikan mengalami masalah Firefox berjalan pada modus Work Offline. Permasalahan ini bersumber dari NetworkManager yang tidak mendeteksi adanya koneksi melalui ethernet kabel, maupun wireless, sehingga mengirimkan status offline kepada Firefox. Firefox yang mendapatkan status offline ini akan otomatis mengaktifkan modus Work Offline.
Bagi web developer yang bekerja pada localhost, hal ini tentu sangat mengesalkan. Bagi yang terkoneksi lewat modem juga akan merasakan hal yang sama, karena NetworkManager tidak mendeteksi koneksi lewat modem. Saya mencoba mencari cara mengatasi hal ini. Di beberapa halaman yang saya temui menyarankan untuk menonaktifkan NetworkManager, atau mematikan pengiriman notifikasi dari NetworkManager ke aplikasi. Tentu hal ini kurang tepat untuk dilakukan, karena jika suatu saat kita membutuhkan koneksi melalui jaringan kabel ethernet maupun wireless, kita akan membutuhkan NetworkManager.
Saya akhirnya menemukan jawaban pada thread ini. Pada post nomer 34, saya mengetahui adanya opsi toolkit.networkmanager.disable pada firefox. Untuk mengetahui fungsi dari opsi ini, saya mencari informasinya di mozillazine dan mendapatkan halaman ini. Opsi ini sesuai dengan kebutuhan saya, yaitu membuat firefox tidak menggunakan NetworkManager untuk mengetahui status koneksi. Dengan mengeset opsi ini menjadi true, maka firefox tidak akan masuk ke modus Work Offline lagi. NetworkManager tetap berjalan, dan dapat digunakan untuk memilih koneksi kabel ethernet atau wireless saat dibutuhkan.
Semoga informasi ini membantu para pengguna Ubuntu maupun distro Linux lainnya mengatasi permasalahan Firefox Work Offline. Saya menggunakan juga varian Firefox yaitu Flock dan Mozilla Prism, dan opsi toolkit.networkmanager.disable juga bisa diterapkan.
Cara untuk mengeset toolkit.networkmanager.disable menjadi true:
Pada Firefox, ketikkan
about:configdi kolom isian lokasiKlik tompol peringatan yang muncul
Pada kolom isian filter, ketik
toolkit.networkmanager.disableSekarang tabel akan menampilkan opsi
toolkit.networkmanager.disablesaja. Nilai default adalahfalse. Klik dobel baris tersebut untuk mengubah nilaifalsemenjaditrue.Cara alternatif, terutama untuk mengeset opsi ini pada Mozilla Prism adalah dengan mengedit file
prefs.js, lalu tambahkan baris ini di akhir file:user_pref("toolkit.networkmanager.disable", true);
Lokasi file prefs.js untuk Mozilla Prism akan berada di dalam folder.prismdi home direktory. Tiap aplikasi prism memiliki folder setting sendiri-sendiri, gunakan fitur search di nautilus untuk mencari semua fileprefs.jsyang ada.
Selamat mencoba.
Jumat, Mei 02, 2008
Catatan upgrade Gutsy Gibbon menjadi Hardy Heron
Versi terbaru Ubuntu ini merupakan versi LTS, yang akan disupport selama 2 tahun. Banyak aplikasi yang di-upgrade. Beberapa paket harus diremove karena telah digantikan oleh paket baru dengan nama yang sedikit berbeda. Saya melakukan upgrade secara bertahap, sebagian menggunakan synaptic, sebagian menggunakan perintah apt-get install.
Tidak ada kendala berarti yang saya hadapi selama proses upgrade ini. Hanya sedikit masalah di akhir proses upgrade sempat membuat saya kalang kabut. Pagi tadi saya iseng mencoba fitur dual screen yang sudah menjadi default di Hardy. Malam sebelumnya upgrade xserver sudah selesai. Di bagian setting System > Preferences > Screen Resolution sekarang memang langsung diset pada bagian Clone Screens. Saya menyambungkan monitor yang nganggur di kantor. Walaupun Clone Screens dimatikan, tetap saja yang tampil di layar kedua sama dengan tampilan di layar utama. Cari-cari informasi di internet, trus nyoba-nyoba setting pake xandr, eh malah layar laptop jadi mati. Akhirnya saya coba cara kasar, Ctrl+Alt+BackSpace untuk merestart Xserver.
Ketika masuk lagi ke xsession, saya sedikit heran karena avant-window-navigator ga jalan. Ketika dicoba dijalankan dari gnome-terminal, avant memberikan pesan bahwa screen composite, yaitu compiz, ga jalan. Saya coba jalankan compiz, eh malah menghasilkan Segmentation Fault.
Saya pun kemudian mencari di internet cara mengaktifkan compiz. Sebagai catatan, kartu grafis di laptop saya adalah Intel GMA 900. Saya mendapatkan berbagai macam solusi, tapi setelah dicoba tidak ada yang berhasil. Saya bahkan sempat menguninstall driver xserver-xorg-video-intel. Padahal ternyata biang keladi kenapa compiz tidak berjalan karena saya harus perlu menginstall paket xserver-xgl. Entah kenapa paket ini tidak ikut terinstall sewaktu proses upgrade.
Karena tadi saya sempat menguninstall driver video intel, ketika konfigurasi xorg saya balikin lagi ke driver intel, tampilan jadi lambat sekali. Scrolling menjadi patah-patah. Ketika dicek dengan perintah :
$ glxinfo | grep direct
Saya mendapatkan hasil ini:
direct rendering: No
Cari-cari lagi di internet, akhirnya saya mencoba solusi di sini, yaitu dengan mengedit file /etc/X11/xorg.conf, kemudian mengedit bagian ini dan menambahkan bagian yang saya tandai dengan huruf tebal.
Section "Device"
Identifier "Intel Corporation Mobile 915GM/GMS/910GML Express Graphics Controller"
Boardname "intel"
Busid "PCI:0:2:0"
Driver "intel"
Screen 0
Option "AccelMethod" "xaa"
EndSection
Setelah xserver direstart, akhirnya compiz bisa saya jalankan dengan lancar, seperti semula. Avant-window-navigator pun berjalan dengan baik.
Semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang juga sedang melakukan upgrade dari Gutsy ke Hardy.
Kamis, April 17, 2008
Kompilasi dan instalasi modul ffmpeg-php di Ubuntu
Tahun lalu sewaktu saya membutuhkan module oracle untuk PHP, saya perlu melakukan kompilasi php sendiri dari source code saat itu. Proses kompilasi, selain lama, juga perlu diulang setiap kali versi/rilis baru php keluar. Hal ini tentunya tidak praktis untuk dilakukan.
Saat ini ternyata kompilasi php tidak perlu lagi dilakukan sendiri. Saya dapat mengkompile sendiri modul php yang saya butuhkan, untuk kemudian tinggal diload melalui php.ini. Kompilasi modul sangatlah sebentar, karena ukurannya yang memang kecil. Selain waktu kompilasi yang cepat, jika versi baru php dirilis, saya juga tidak perlu melakukan kompilasi ulang, selama modul masih kompatibel dengan versi php tersebut.
Berikut ini saya akan menuliskan langkah-langkah instalasi modul ffmpeg-php. Langkah-langkah ini adalah hasil rangkuman dari panduan di situs ini dan ini, dan saya sesuaikan dengan kondisi saat saya melakukan kompilasi dan instalasi.
Langkah pertama, persiapan
Siapkan ubuntu untuk melakukan kompilasi. Ada beberapa paket development yang perlu diinstall yaitu:
Paket php development:
$ sudo apt-get install php5-dev
paket ffmpeg saran dari goose blog:
$ sudo apt-get install ffmpeg libavformat-dev libavcodec1d libavformat1d
paket ffmpeg saran dari escapegoat.org:
$ sudo apt-get install liblame-dev libfaad2-dev libfaac-dev libxvidcore4-dev liba52-0.7.4 liba52-0.7.4-dev libx264-dev libdts-dev libgsm1-dev libvorbis-dev libdc1394-13-dev checkinstall build-essential gcc
Langkah kedua, download
Untuk langkah ini dan seterusnya, saya mengikuti panduan dari goose blog. Jika Anda ingin mengikuti panduan dari escapegoat.org silahkan saja dicoba :)
Download source code ffmpeg-php dari sourceforge.net. Saat saya melakukan ini, alamatnya adalah :
http://downloads.sourceforge.net/ffmpeg-php/ffmpeg-php-0.5.2.1.tbz2?modtime=1207482494&big_mirror=0
Langkah ketiga, kompilasi
Lakukan ekstrak terhadap file
ffmpeg-php-0.5.2.1.tbz2 dengan perintah :
$ tar jxvf ffmpeg-php-0.5.2.1.tbz2
Setelah itu, masuklah ke direktori ffmpeg-php-0.5.2.1 hasil ekstraksi dengan perintah:
$ cd ffmpeg-php-0.5.2.1
dan lakukan perintah berikut ini untuk mengkompile modul ffmpeg-php :
$ phpize5
$ ./configure
$ make
$ sudo make install
Perintah-perintah diatas akan mempersiapkan source code ffmpeg-php, mengkompile-nya, dan menginstallnya di direktori modul php. Lokasi modul php akan terlihat saat perintah terakhir dijalankan. Ini hasil pada sistem yang saya gunakan:
$ sudo make install
Installing shared extensions: /usr/lib/php5/20060613+lfs/
Langkah keempat, konfigurasi php.ini
Setelah modul selesai dikompile dan diinstall, sekarang kita perlu menambahkannya pada
php.ini, agar modul dikenali dan diload oleh php. Saran dari escapegoat.org maupun dari goose blog adalah mengedit file php.ini, tetapi saya tidak setuju dengan ini. Ada mekanisme yang lebih mudah daripada harus mengedit file php.ini.Saya tidak tahu sejak kapan fitur loading konfigurasi secara dinamis ada, tetapi Debian yang saya gunakan tahun lalu sudah memiliki fitur ini. Saya juga tidak tahu nama resminya apa. Konfigurasi apache dan php di ubuntu maupun debian bukan 1 file lagi, tetapi sudah dipecah-pecah menjadi file-file kecil yang dapat diload secara otomatis ketika server dihidupkan. Fitur ini memudahkan kita menambahkan konfigurasi kustom dan tidak perlu takut konfigurasi kita ditimpa saat melakukan upgrade.
Folder konfigurasi dinamis
php.ini ada di /etc/php5/conf.d. Di direktori ini telah ada banyak file-file .ini, masing-masing meload modul sesuai dengan nama filenya. Untuk menambahkan modul ffmpeg-php hasil kompilasi kita tadi, kita cukup membuat file ffmpeg.ini di direktori ini dan isikan konfigurasi berikut ini:
# configuration for ffmpeg-php module
extension=ffmpeg.so
Langkah kelima, restart apache
Sekarang tiba saatnya kita menguji dan menggunakan modul ffmpeg-php. Restart apache dengan perintah :
$ sudo /etc/init.d/apache2 restart
Buka halaman php yang memanggil fungsi phpinfo(); menggunakan browser. Jika instalasi ffmpeg-php sukses, maka modul ffmpeg-php akan tampil di halaman phpinfo ini dan modul ini siap untuk digunakan.
Selamat menginstall dan menggunakan ffmpeg-php
Kamis, April 10, 2008
Liferea, a powerfull rss reader
Sudah dua hari ini thunderbird yang saya gunakan untuk membaca RSS Feed mengalami gangguan. RSS yang biasanya ditampilkan dalam bentuk summary, tiba-tiba saja menjadi ditampilkan isi websitenya. Hal ini tentu saja membuat waktu loading content menjadi cukup lambat. Padahal tujuan saya berlangganan RSS Feed adalah supaya saya tidak perlu mengunjungi website untuk melihat berita / konten terbaru. Bug ini sangat mengesalkan, karena thunderbird juga menjadi berulah, sehingga saya tidak dapat mengedit setting subscribe RSS Feed yang ada.
Akhirnya saya mencoba mencari aplikasi alternatif untuk membaca RSS Feed. Saya mengunjungi halaman wikipedia ini yang memuat list aplikasi RSS reader.
Pertama saya mau mencoba aplikasi Akregator, tetapi setelah melihat keterangan dan tampilan aplikasi Liferea, saya jadi terterik untuk mencoba aplikasi ini. Desktop yang saya gunakan adalah GNOME, sehingga saya mengusahakan menggunakan aplikasi berbasis GTK, kecuali jika aplikasi yang saya butuhkan belum ada padanannya yang setara, seperti aplikasi Basket Note Pads.
Saya mengekspor list RSS Feed dari thunderbird ke sebuah file.opml. Setelah Liferea terinstall, saya lalu mengimport file .opml tadi ke dalam Liferea. Liferea segera membuatkan folder yang serupa dengan struktur dari thunderbird. Saya suka hal ini, karena saya sudah mengatur tiap RSS feed pada folder-folder tersendiri sesuai dengan kategorinya. Fitur ini tidak saya temui pada aplikasi straw yang sebelumnya saya coba.
Liferea berjalan lebih ringan daripada thunderbird. Liferea pun mampu meload gambar yang terdapat pada feed dengan cukup cepat. Akhirnya saya mematikan cek otomatis untuk rss di thunderbird. Feed-feed yang pernah didownload saya biarkan tetap ada. Thunderbird sekarang murni hanya untuk keperluan email saja. Memori laptop yang pas-pasan membuat saya tidak bisa menghidupkan thunderbird bareng dengan eclipse. Jadi selama jam kerja, thunderbird saya matikan saja, dan dihidupkan hanya sewaktu pagi hari ketika baru datang, dan nanti sore ketika akan pulang. RSS Feed tetap dapat saya nikmati menggunakan Liferea yang ringan dan powerfull.
Senin, Februari 25, 2008
IE6 di Ubuntu
Sebelumnya di ubuntu saya memang sudah terinstall paket wine dan cabextract, jadi saya dapat langsung menjalankan instalasi IEs4Linux. Installer ini akan mendownload langsung file-file yang dibutuhkan dari situs web microsoft dan adobe. Proses download sendiri menggunakan aplikasi wget. Setelah proses download selesai, versi IE yang kita pilih akan diinstall di tempat yang ditentukan. Installer ini memiliki tampilan grafis yang bagus, dibuat menggunakan PyGTK.
Sekarang saya benar2 bisa full menggunakan linux untuk bekerja, karena kebutuhan saya sudah tersedia semua di Ubuntu Gutsy Gibbon 7.10.
Minggu, Februari 24, 2008
Print ke file PDF dan print dari aplikasi Java di Ubuntu
Berikut langkah2 yang saya lakukan:
- Install paket aplikasi cups-pdf dengan perintah
sudo apt-get install cups-pdf - Masuk ke menu System > Administration > Printing
- Klik New Printer
- Pilih Print into PDF file, klik Forward
- Pilih Printer Generic, klik Forward
- Pilih saja model PDF file generator, dengan driver Generic PDF file generator.
- Klik Forward, tinggal isi nama printer yang diinginkan di kolom Description. Kolom lainnya biarkan saja, tidak perlu diubah, lalu klik Apply.
Satu lagi kendala yang saya temui adalah aplikasi Java tetap tidak bisa melakukan pencetakan. Aplikasi yang saya gunakan adalah DBVisualizer. Aplikasi ini menampilkan pesan exception ketika saya hendak melakukan pencetakan.
Setelah mencari-cari tentang hal ini lewat google, akhirnya saya sampai di halaman bug report ini. Dari sekian banyak komentar di halaman bug report ini mengenai usulan perbaikan, sebuah usulan dari Trinh Phuoc Thai berhasil membuat aplikasi Java bisa mencetak melalui printer pada ubuntu. Solusi ini yang saya rasa paling tepat, karena saya merasa solusi dengan cara menurunkan versi cups bukanlah solusi yang tepat dan tidak menjamin cara itu tetap berfungsi.
Caranya yaitu :
- Masuk ke control panel printer melalui menu System > Administration > Printing
- Pilih printer yang akan digunakan
- Pilih tab Job Options
- Ubah Orientation menjadi pilihan lain selain 'Automatic Rotation'
- Tutup control panel lalu jalankan kembali aplikasi java yang hendak melakukan pencetakan.
Sekarang saya benar-benar bisa terlepas dari OS Windows. Semua hal yang saya butuhkan sekarang telah tersedia di Ubuntu. Saya hanya boot ke Windows untuk pekerjaan di kantor yang memerlukan browser IE. Saya masih belum bisa menginstall IE di wine. Jika IE bisa berjalan lewat wine, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mem-boot Windows XP, kecuali untuk main game, he he he he he...
Jumat, Februari 15, 2008
SQL tools untuk database mySQL
Permasalahan utama Navicat yang dijalankan menggunakan wine adalah fitur docking tidak dapat berfungsi dengan baik. Saya pun menonaktifkan fitur ini, sehingga setiap kali melihat isi tabel maupun desain tabel dan membuka jendela-jendela navicat lainnya, saya akan mendapatkan banyak jendela yang terbuka. Hal ini sedikit merepotkan. Untungnya saya tidak terlalu butuh membuka banyak jendela sekaligus. Kelemahan lainnya adalah aplikasi yang berjalan lambat, dan sering terlambat dalam menerima input dari keyboard, sehingga teks yang saya input seringkali diterima dalam urutan yang salah. Kelemahan lainnya adalah di jendela query, ketika saya menghapus isi dari jendela query yang lama, teks yang lama tersebut tetap ditampilkan sehingga cukup mengganggu.
Di kantor saya menggunakan aplikasi TOAD untuk mengakses database Oracle yang digunakan oleh aplikasi yang sedang ditangani oleh kantor. Salah satu ciri khas TOAD adalah penggunaan jendela editor untuk menuliskan query dalam SQL. Hal ini membuat saya jadi terbiasa mengetikkan perintah-perintah SQL sehingga saya ingin menerapkan hal yang sama pada database mySQL.
Aplikasi yang dapat memudahkan penulisan perintah-perintah SQL di database mySQL adalah MySQL Query Browser. Aplikasi ini tersedia gratis di situs web MySQL dan dapat didownload dan digunakan secara cuma-cuma. Aplikasi ini adalah satu dari dua aplikasi yang dibundel menjadi satu bernama MySQL Tools. Aplikasi yang satunya adalah MySQL Administrator, sebuah aplikasi untuk melihat dan memodifikasi parameter dan keadaan server mySQL secara mudah.
Semalam saya menggunakan aplikasi MySQL Query Browser ini dan saya cukup puas dengan kinerja dan fitur yang tersedia. Saya harap aplikasi ini dapat menggantikan peran Navicat untuk mengakses database mySQL.
Kamis, Februari 07, 2008
Editor Teks
sehari-hari, baik dalam bekerja maupun untuk keperluan lainnya.
Aplikasi editor teks pertama yang masih saya gunakan hingga sekarang
adalah Vi. Aplikasi ini pertama kali saya gunakan di laboratorium dasar
jurusan. Aplikasi lainnya saat itu adalah joe dan pico, tapi saya lebih
jatuh hati dan lebih hapal perintah2 Vi ketimbang editor teks lainnya.
Seperti biasa, saat pertama kali menjalankan Vi, perintah yang perlu
saya tahu adalah perintah untuk keluar dari aplikasi. Maklum saja,
komputer di lab masih menggunakan modus teks, tidak ada icon silang
yang bisa di-klik untuk menutup aplikasi.
Vi terus saya pergunakan, karena aplikasi ini memang tersedia di
berbagai OS. Editor teks ini sangat cocok digunakan untuk menulis kode
program dalam bahasa apa saja. Fitur yang tersedia juga sangat
berlimpah. Pernah suatu kali saya mendapatkan data dalam bentuk file
excel yang harus dimasukkan ke database mysql. Waktu itu, jalan pintas
yang terlintas di pikiran saya adalah menyimpan file excel dalam format
csv, lalu menggunakan Vi saya lakukan search and replace sehingga data
yang ada menjadi perintah insert ke database mysql. Search and replace
di vi memang sangat powerful karena menggunakan regex.
Kedudukan Vi sebagai aplikasi editor teks di komputer saya akhirnya
dikudeta oleh jEdit. Editor ini menawarkan tampilan yang lebih menarik
dan menyediakan fitur-fitur yang lengkap untuk menunjang kebutuhan
saya. Salah satu fiturnya adalah mengedit file langsung di server
menggunakan koneksi ftp dan ssh. Dengan aplikasi ini, saya dengan mudah
dapat melakukan penulisan kode program di server kampus langsung dari
komputer lab yang menggunakan OS Windows. File langsung di-load dari
server dan disimpan kembali ke server. Cukup lama aplikasi ini saya
gunakan sampai akhirnya digantikan oleh aplikasi editor lain.
Setelah cukup lama menggunakan jEdit, satu kelemahan jEdit yaitu
kebutuhan resource komputer yang cukup besar akhirnya membuat saya
mencari aplikasi editor teks yang lain. jEdit ditulis menggunakan java,
sehingga ketika dijalankan aplikasi ini membutuhkan memory dan
kemampuan processor yang cukup banyak. Walaupun saya sudah cukup
bergantung pada plugin-plugin jEdit yang memudahkan pekerjaan, saya
harus 'membuang' aplikasi ini dan menggantinya dengan aplikasi editor
teks lain yang lebih ringan tapi tetap powerfull. Selamat datang
Notepad++, selamat tinggal jEdit.
Notepad++ ditulis menggunakan C++. Aplikasi ini berjalan dengan mulus
dan ringan di OS Windows XP di komputer saya. Fitur yang tersedia cukup
lengkap, ditambah lagi dengan plugin-plugin yang sangat bermanfaat
membuat saya jatuh cinta pada aplikasi ini. Notepad++ benar-benar
memudahkan pekerjaan saya. Fitur2 pada jEdit yang saya butuhkan
tersedia pada Notepad++. Saat ini juga telah ada plugins yang
memungkinkan Notepad++ mampu mengedit file di komputer lain secara
langsung melalui koneksi ftp. Hanya ada satu kekurangan aplikasi ini
yaitu hanya tersedia untuk OS Windows. Seiring dengan migrasi OS saya
dari Windows XP ke Linux Ubuntu, maka sayapun terpaksa kembali harus
mencari aplikasi teks editor untuk menggantikan Notepad++.
Gedit adalah aplikasi teks editor standar pada Linux Ubuntu 7.10.
Aplikasi ini ada sejak pertama kali instalasi dan menawarkan fitur
standar sebuah aplikasi editor teks. Untuk kebutuhan pekerjaan, saya
merasakan banyak hal yang tidak mampu dilakukan oleh gedit. Untuk itu
saya mencoba menjalankan Notepad++ di Ubuntu dengan menggunakan
perantara Wine. Notepad++ akhirnya dapat berjalan walaupun tidak semua
fitur dapat berjalan dengan baik. Beberapa plugin tidak dapat berjalan
baik, sehingga ketika Notepad++ ditutup lalu dijalankan kembali,
tampilan aplikasi menjadi kacau. Akibatnya saya harus menghapus setting
Notepad++. Aplikasi bisa berjalan kembali tetapi kembali ke setting
default.
Setelah mencari2 referensi, ternyata gedit bisa ditambah kemampuannya
dengan plugins. Plugin untuk gedit cukup beragam, tetapi tetap saya
belum merasa puas. Akhirnya saya menemukan artikel yang menyebutkan
sebuah aplikasi editor teks alternatif yaitu Geany. Geany tersedia di
repository Ubuntu sehingga dapat dengan cepat saya install dan gunakan.
Aplikasi ini akhirnya bisa memenuhi kebutuhan aplikasi editor teks
untuk pekerjaan saya. Saya akan membahas Gedit dan Geany lebih dalam
pada tulisan selanjutnya.
Powered by ScribeFire.
Selasa, Februari 05, 2008
Welcome Ubuntu 7.10, goodbye Windows XP SP 2
OS Linux Ubuntu secara penuh. OS ini berjalan dengan lancarnya di
laptop Acer Aspire 3608NWXCi saya yang sudah berusia lebih dari 2
tahun. Semua aplikasi yang saya 'butuhkan' dalam bekerja dapat saya
temukan penggantinya, maupun dapat dijalankan menggunakan wine. Windows
XP masih ada untuk sekedar berjaga-jaga (atau untuk main game :P)
Pada tulisan selanjutnya akan saya bahas aplikasi2 yang selama ini saya
gunakan di Windows XP dan alternatif aplikasi tersebut di Ubuntu.
Tulisan ini sendiri sudah sejak minggu lalu ingin saya buat tapi selalu
tertunda oleh pekerjaan yang sedang banyak.
Powered by ScribeFire.

