Cerita di bawah ini dapat dari salah satu forum di http://www.forumponsel.com lho, jadi ini bukan kisah gw :P
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu. Cinta tidak membutuhkan keraguan, Tunjukan saja !!"
POHON
Alasan mengapa orang2 memanggilku "Pohon" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak
5 orang wanita ketika aku masih di SMA. Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia sangat peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya wanita biasa saja.
Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya,ku menenyukai kepandaiannya dan kekuatannya. Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tau aku mengejar gadis2 lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.
Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata "lanjutkan saja" dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak .. dan merah ..
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tau bahwa aku kembali dari latihan
sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejam-an.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tau bahwa dia sangat sedih
dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingi dia katakana pada ku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.
Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.
Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika
aku sedih dan menangis.
SMS itu berbunyi, "Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal ?".
DAUN
Selama SMA, aku suka mengoleksi daun2, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali selama ini membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit.
Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tau kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberiknya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telphonenya setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untuk ku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat utnuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan Sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.
Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan2 yang telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku.
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku.
Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke
arahku.
"Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal"
ANGIN
Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.
Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari, dia tdk tampak, aku merasakan kehilangan.
Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir di mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan.
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata2 tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan telp ku.
Aku tau orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukai aku. Selama 4 bln, Aku tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan .. tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku. Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?", dia berkata, "aku menengadahkan kepalaku".
"Ah?" Aku tidak percaya apa yang aku dengar. "Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak. Aku meletakkan telp, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat2.
"Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal".
Rabu, Mei 12, 2004
Pohon, Daun dan Angin (dapet dari forumponsel)
Senin, Maret 29, 2004
Baru dapet dari bulletin boardnya Friendster.......
Teman Dan Sahabat
- Ada satu perbedaan antara menjadi seorang
kenalan dan menjadi seorang sahabat. Pertama,
seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau
ketahui, yang kau lihat berkali-kali, yang
dengannya mungkin kau miliki persamaan, dan yang
disekitarnya kau merasa nyaman. - Ia adalah orang yang dapat kau undang ke rumahmu
dan dengannya kau berbagi. Namun mereka adalah
orang yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu,
yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kau
mengerti karena kau tidak cukup tahu tentang
mereka. - Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang
yang kau cintai.. Bukan karena kau jatuh cinta
padanya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau
memikirkannya ketika mereka tidak ada. - Sahabat-sahabat adalah orang dimana kau
diingatkan ketika kau melihat sesuatu yang
mungkin mereka sukai, dan kau tahu itu karena kau
mengenal mereka dengan baik. - Mereka adalah orang-orang yang fotonya kau
miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu. - Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam
pikiran mu ketika kau mendengar sebuah lagu di
radio karena mereka membuat dirimu berdiri untuk
menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan
mereka atau mungkin kau yang berdansa dengan
mereka, mungkin mereka menginjak jari kakimu,
atau sekedar menempatkan kepala mereka di
pundakmu. - Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau
merasa aman karena kau tahu mereka peduli
terhadapmu. - Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa
kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh
suatu alasanpun. - Mereka berkata jujur-pertama kali - dan kau
melakukan hal yang sama. Kau tahu bahwa jika kau
memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar. - Mereka adalah orang-orang yang tidak akan
menertawakanmu atau menyakitimu, dan jika mereka
benar-benar menyakitimu, dan jika mereka benar-
benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras
untuk memperbaikinya. - Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan
sadar ataupun tidak. - Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau
menagis ketika kau tidak diterima di perguruan
tinggi dan selama lagu terakhir di pesta
perpisahan kelas dan saat wisuda. - Mereka adalah orang-orang yang pada saat kau
peluk, kau tak akan berpikir berapa lama memeluk
dan siapa yang harus lebih dahulu mengakhiri. - Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin
pernikahanmu, atau orang yang mengantarkan /
mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin
adalah orang yang kau nikahi.
Rabu, Maret 24, 2004
Special Edition - Chicken Soup
Kopi Asin
Dia bertemu dengan gadis itu di sebuah pesta, gadis yang menakjubkan.
Banyak pria berusaha mendekatinya. Sedangkan dia sendiri hanya seorang
laki² biasa. Tak ada yang begitu menghiraukannya. Saat pesta telah
usai, dia mengundang gadis itu untuk minum kopi bersamanya.
Walaupun terkejut dengan undangan yang mendadak,
si gadis tidak mau mengecewakannya.
Mereka berdua duduk di sebuah kedai kopi yang nyaman.
Si laki² begitu gugup untuk mengatakan sesuatu,
sedangkan sang gadis merasa sangat tidak nyaman.
"Ayolah, cepat. Aku ingin segera pulang", kata sang gadis dalam hatinya.
Tiba² si laki² berkata pada pelayan, "Tolong ambilkan saya
garam. Saya ingin membubuhkan dalam kopi saya." Semua orang memandang
dan melihat aneh padanya. Mukanya kontan menjadi merah, tapi ia tetap
mengambil dan membubuhkan garam dalam kopi serta meminum kopinya.
Sang gadis bertanya dengan penuh rasa ingin tahu kepadanya,
"Kebiasaanmu kok sangat aneh?".
"Saat aku masih kecil, aku tinggal di dekat laut. Aku sangat suka
ber-main² di laut, di mana aku bisa merasakan laut... asin dan pahit.
Sama seperti rasa kopi ini",jawab si laki². "Sekarang, tiap kali aku
minum kopi asin, aku jadi teringat akan masa kecilku, tanah kelahiranku.
Aku sangat merindukan kampung halamanku, rindu kedua orangtuaku yang
masih tinggal di sana", lanjutnya dengan mata berlinang. Sang gadis
begitu terenyuh. Itu adalah hal sangat menyentuh hati. Perasaan yang
begitu dalam dari seorang laki² yang mengungkapkan kerinduan akan
kampung halamannya. Ia pasti seorang yang mencintai dan begitu peduli
akan rumah dan keluarganya. Ia pasti mempunyai rasa tanggung jawab akan
tempat tinggalnya. Kemudian sang gadis memulai pembicaraan, mulai
bercerita tentang tempat tinggalnya yang jauh, masa kecilnya, keluarganya...
Pembicaraan yang sangat menarik bagi mereka berdua. Dan itu juga
merupakan awal yang indah dari kisah cinta mereka. Mereka terus menjalin
hubungan. Sang gadis menyadari bahwa ia adalah laki² idaman baginya.
Ia begitu toleran, baik hati, hangat, penuh perhatian... pokoknya
ia adalah pria baik yang hampir saja diabaikan begitu saja.
Untung saja ada kopi asin !
Cerita berlanjut seperti tiap kisah cinta yang indah: sang putri menikah
dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia... Dan, tiap ia
membuatkan suaminya secangkir kopi, ia membubuhkan sedikit garam
didalamnya, karena ia tahu itulah kesukaan suaminya.
Setelah 40 tahun berlalu, si laki² meninggal dunia. Ia meninggalkan
sepucuk surat bagi istrinya:"Sayangku, maafkanlah aku. Maafkan
kebohongan yang telah aku buat sepanjang hidupku. Ini adalah
satu²nya kebohonganku padamu---tentang kopi asin. Kamu ingat kan
saat kita pertama kali berkencan? Aku sangat gugup waktu itu. Sebenarnya
aku menginginkan sedikit gula. Tapi aku malah mengatakan garam. Waktu
itu aku ingin membatalkannya, tapi aku tak sanggup, maka aku biarkan
saja semuanya. Aku tak pernah mengira kalau hal itu malah menjadi awal
pembicaraan kita. Aku telah mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya
kepadamu. Aku telah mencobanya beberapa kali dalam hidupku, tapi aku
begitu takut untuk melakukannya, karena aku telah berjanji untuk tidak
menyembunyikan apapun darimu... Sekarang aku sedang sekarat. Tidak ada
lagi yang dapat aku khawatirkan, maka aku akan mengatakan ini padamu:
Aku tidak menyukai kopi yang asin. Tapi sejak aku mengenalmu, aku selalu
minum kopi yang rasanya asin sepanjang hidupku. Aku tidak pernah
menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak pernah
menyesali semuanya. Dapat berada disampingmu adalah kebahagiaan
terbesar dalam hidupku. Jika aku punya kesempatan untuk menjalani
hidup sekali lagi, aku tetap akan berusaha mengenalmu dan
menjadikanmu istriku walaupun aku harus minum kopi asin lagi."
Sambil membaca, airmatanya membasahi surat itu. Suatu hari seseorang
menanyainya, "Bagaimana rasa kopi asin?", ia menjawab, "Rasanya begitu manis."
--------------------


