Kamis, Desember 27, 2007

Aplikasi Portable untuk OS Windows

Trend aplikasi portable dimulai ketika Sandisk meluncurkan produk flashdisk U3. Pada flash disk ini kita dapat menginstall aplikasi yang dapat berjalan langsung dari flash disk tersebut. Aplikasi ini tidak terpengaruh oleh perubahan huruf drive flashdisk ketika dipasang pada PC yang berbeda. Hal ini berbeda dengan aplikasi konvensional yang tidak dapat berjalan jika lokasi aplikasi dipindahkan ke folder lain atau ketika huruf drive berubah.

Trend ini berlanjut dengan munculnya PortableApps.com. Aplikasi yang ditawarkan di sini beragam, dari browser firefox hingga aplikasi OpenOffice, semua adalah aplikasi Open Source. Baik U3 dan PortableApps menyediakan aplikasi launcher yang ketika dijalankan akan menampilkan menu seperti start menu pada Windows. Pada menu ini terdapat aplikasi-aplikasi portable yang ada pada flash disk tersebut.

Selain kedua penyedia aplikasi portable diatas, vendor software lain ikut meluncurkan aplikasi portable mereka sendiri. Ada 3 aplikasi portable yang saya ketahui sampai tulisan ini dibuat yaitu:
  • Internet Download Manager
  • Norton Partition Magic
  • EverNote

Ada banyak juga aplikasi lain yang tidak perlu diinstall dan dapat berjalan walaupun lokasinya dipindahkan. Hanya saja aplikasi ini tidak mencantumkan kata portable pada edisi mereka. Cukup banyak aplikasi seperti ini, saya akan usahakan mencantumkan di tulisan berikutnya. Di wikipedia terdapat listnya disini.

Semoga dimasa mendatang akan makin banyak aplikasi yang bersifat portable, sehingga tidak memerlukan instalasi ulang ketika lokasi aplikasi dipindahkan ke tempat lain. Saya juga berharap ada aplikasi portable serupa untuk OS lain, seperti Linux dan MAC OS.

Powered by ScribeFire.

Senin, Desember 24, 2007

Menggunakan 2 koneksi internet secara bersamaan di Windows XP

Koneksi internet melalui LAN pada PC seringkali harus diputuskan sementara ketika hendak menggunakan koneksi internet melalui modem. Sebenarnya kabel ethernet LAN tidak perlu dicabut, bahkan kedua koneksi bisa berjalan bersamaan pada PC yang sama. Saya akan menunjukkan cara untuk melakukannya.

Kondisi awal pada PC adalah PC sedang terhubung ke LAN melalui kabel ethernet. Hasil dari perintah route print adalah sebagai berikut:


Yang penting untuk diperhatikan adalah IP Address yang dilingkari pada gambar diatas. Ini adalah IP Address-nya gateway LAN yang sedang digunakan. IP Address ini akan berbeda-beda di tiap LAN, jadi sesuaikan dengan kondisi pada LAN Anda.

Kita akan menambahkan sebuah entri baru pada tabel routing untuk memaksa semua koneksi ke LAN dilewatkan melalui ethernet. Perintahnya adalah sebagai berikut:


Dengan kondisi ini, semua request koneksi untuk 10.0.0.0 (network LAN) akan dipastikan melalui ethernet.

Langkah selanjutnya adalah menghubungkan PC melalui modem. Setelah terhubung, akan didapatkan kondisi route yang baru adalah sebagai berikut:


Bagian yang dilingkari diatas adalah IP Address dan route untuk koneksi lewat modem. IP Address dari gateway modem ini yang akan kita jadikan sebagai default route, sehingga koneksi internet akan melewati modem, bukan melewati LAN.

Perintah untuk melakukan hal ini adalah:


Hasilnya terlihat juga pada gambar diatas. Sekarang koneksi utama PC adalah melalui modem, tetapi LAN masih tetap dapat diakses, karena untuk rentang IP Address 10.0.0.0 mask 255.0.0.0, koneksi akan dilewatkan ke gateway 10.2.16.1

Semoga tutorial singkat ini dapat membantu Anda semua menggunakan 2 koneksi, LAN dan modem secara bersamaan.

Oh ya, jika pada LAN terdapat proxy server, kita juga dapat terkoneksi internet lewat jaringan LAN. Ubah proxy pada browser menggunakan proxy dari LAN, maka browser akan terkoneksi ke internet melalui jalur internet LAN. Jika tidak menggunakan proxy, maka jalur koneksi akan melewati default gateway, yaitu gateway dari modem.

Selamat mencoba ;)

Update:
Mohon maaf gambarnya kepotong tampilannya, karena template-nya blogger. Si save aja gambarnya biar bisa kelihatan perintah route yang dituliskan.

Disclaimer:
Tulisan ini mengasumsikan Anda sebagai pembaca memahami atau setidaknya mengetahui konsep networking, terutama subnet, gateway, dan tabel routing. Jika Anda ingin mencoba, tetapi awam mengenai jaringan komputer, lebih baik minta bantuan ke administrator jaringan di kantor untuk membantu Anda melakukan setting. Terima kasih.

Powered by ScribeFire.

Rabu, Desember 19, 2007

Centrin - XL

Setelah sekian lama mendambakan memiliki koneksi internet unlimited, akhirnya sekarang gw dapat juga merasakan mengakses internet tanpa batas di rumah. Setelah minggu lalu membeli modem HSDPA merk Sierra airCard 875, kemaren akhirnya gw langganan internet di Centrin.

Centrin menyediakan paket unlimited wireless bekerjasama dengan XL. Koneksi internet disediakan oleh Centrin, sedangkan jaringan antara pelanggan dan Centrin menggunakan GPRS/3G XL. Dengan kerjasama seperti ini, Centrin tidak perlu menyiapkan infrastruktur jaringan untuk menghubungkan pelanggan dengan jaringannya. Pelanggan pun tidak perlu membayar terlalu mahal untuk perangkat.

Dari hasil percobaan yang gw lakukan, kecepatan koneksi yang diberikan cukup memuaskan. Dengan harga Rp 345.000,- sebulan, gw bisa mengakses internet dengan kecepatan akses maksimal 64 kbps. Kecepatan ini sekitar 1/6 dari kecepatan maksimal yang ditawarkan speedy, yaitu 384 kbps. Walaupun speedy unlimited harganya sudah cukup terjangkau, yaitu Rp 750.000,- per bulan dan kecepatan 6x dari kecepatan GPRS-nya Centrin-XL, Speedy butuh jaringan telepon. Sayang rasanya mengeluarkan uang untuk memasang saluran telepon di rumah kontrakan yang 6 bulan lagi bakal ditinggalkan. Lagipula, gw tidak butuh keepatan internet yang terlalu tinggi. 64 kbps sudah menukupi untuk mendownload email lewat POP3 dan browsing, serta blogging. Dan gw juga ga mau mengeluarkan duit Rp 750.000,- hanya untuk akses internet.

Di kontrakan gw, setidaknya di ruang tengah, sinyal XL yang bisa ditangkap oleh modem hanya sekitar 2 bar. Kadang sinyal hilang sehingga koneksi internet terputus beberapa saat. Gw mau coba pindah ke kamar, siapa tahu akan daat sinyal lebih banyak. Kalau dari lantai 4 telkom japati, bisa dapet sinyal 4 bar, dan koneksi lancar, jarang terputus.

Dengan koneksi ini, semoga gw bisa lebih sering mengupdate blog-blog gw :D

Powered by ScribeFire.

Kamis, November 08, 2007

Pengalaman mengurus tilang di Bandung

Pada tanggal 26 Oktober yang lalu, saya kena tilang di jalan Surapati. Dari jalan Jalaprang memang ada rambu-rambu tidak boleh belok kanan dari jam 600 - 900 dan 1600 - 1900. Biasanya karena jarang ada polisi, semua pengendara kendaraan tidak ada yang mematuhi rambu ini. Hari itu, 'pak ogah' yang sering membantu pengendara kendaraan untuk belok dari dan ke jalan Jalaprang tidak ada. Karena lalu lintas sedang sepi, saya langsung saja belok dan ternyata di depan sudah ada polisi yang menanti. Sebelum bulan Ramadhan kemaren juga sempat ada polisi di sana, tapi entah kenapa, akhirnya semua yang diberhentikan disuruh jalan lagi, tanpa ditilang. Kali ini rupanya saya sedang bernasib kurang baik sehingga akhirnya menerima 'surat cinta' dari polisi.

Pak polisinya membawa saya ke gardu hansip untuk diberi surat tilang. Karena saya pernah membaca pembahasan di milis, mengenai slip biru, saya minta aja ke pak polisi ini slip biru, ketika dia akan menulis surat tilang dan berkata kepada saya bahwa sidangnya tanggal 2 November. Si pak polisi berkata, "Oh, mau bayar ke bank ya?" "Iya, " kata saya. Dia pun menulis di slip biru dan diberikan kepada saya, menahan SIM, lalu ke luar lagi untuk menanti mangsa berikutnya. Sayapun pulang membawa surat itu. Sesampainya di rumah, saya cerita kejadian tadi ke istri. Ketika melihat slip birunya, ternyata si pak polisi tidak menuliskan besarnya biaya yang harus saya setor di BRI Naripan yang tertera di slip biru itu.

Hari seninnya saya bertanya ke rekan sekantor yang pernah punya pengalaman ditilang dan minta slip biru juga. Ternyata Bank baru mau menerima pembayaran kalau telah dituliskan besarnya nominal yang harus dibayar di slip biru itu. Kalau tidak ditulis, artinya si polisi lagi ngerjain. Cari-cari info tambahan di internet, terutama untuk kota Bandung, akhirnya ketemu juga pengalaman serupa di blog ini dan blog ini.

Mengikuti panduan diatas, saya akhirnya datang ke kantor Polresta Bandung Tengah pada tanggal 5 November, yaitu setelah tanggal sidang yang tertera di slip.Polresta Bandung Tengah beralamat di jalan A. Yani. Kalau dari jalan W.R. Supratman, belok kanan ke arah IBCC, terus dikit, nah disitu kantornya. Saya masuk ke dalam, parkir motor, trus jalan lewat belakang gedung utama ke arah pintu keluar. Karena saya sudah cukup akrab dengan kantor Polisi sewaktu proyek di Lampung Utara 2 tahun lalu, maka sayapun mencari tulisan satlantas. Ternyata bagian Satlantas pintunya ada di bagian depan gedung utama di sebelah kanan, dekat jalur keluar kendaraan. Sayapun masuk ke sana. Di bagian kiri pintu masuk, ada sekat dari triplek dan papan petunjuk di dekat pintu masuknya bertuliskan kalo tidak salah ingat "Baga Langgar". Sayapun masuk ke sana, di dalamnya ada seorang pak polisi. Sayapun memberikan slip biru tersebut. Pak polisi ini lalu mencari di tumpukan slip lalu memberikan SIM saya sambil bilang "Bayar disini aja, Rp 20.000," . Sayapun membayar dan SIM akhirnya balik lagi ke tangan. Di ruangan itu banyak sekali slip dan barang sitaannya (SIM atau STNK) yang belum ditebus oleh pemiliknya. Tenyata banyak juga warga Bandung yang masih belum taat peraturan (termasuk saya juga nih :( )

Dari pengalaman saya ini dan dua pengalaman pada link tadi, saya dapat menyimpulkan bahwa kebijakan polisi tentang tilang masih lemah. Banyak celah, ketidakkonsistenan tindakan, dan informasi yang tidak jelas kepada masyarakat, yang mengakibatkan masih banyaknya calo berkeliaran di pengadilan dan kebingungan masyarakat untuk mengurus tilang. Polisi harusnya menerapkan standar yang ketat dan sama di semua wilayah dalam menindak pelanggaran dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai cara untuk mengurus tilang. Semoga polisi Indonesia dapat bertindak semakin profesional di waktu mendatang, dan para pengemudi makin sadar dan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.



Powered by ScribeFire.

Jumat, November 02, 2007

RSS Reader ku saat ini

Setelah hampir setahun menggunakan layanan Google Reader sebagai RSS reader dari situs-situs favorit saya, mulai kemaren saya menggantinya dengan Mozilla Thunderbird. Aplikasi email yang telah saya gunakan hampir 2 tahun ini ternyata telah memiliki fitur untuk mendownload feed dari website, sehingga bisa berfungsi sebagai RSS reader. Dengan menggunakan Thunderbird sebagai RSS reader, saya tidak perlu lagi harus berkunjung ke halaman Google Reader saya, hanya untuk membaca berita terbaru, atau berita yang telah ada. Feed yang telah didownload oleh Thunderbird tersimpan di harddisk dan dapat dibaca kapan saja, tanpa harus tergantung pada ketersediaan koneksi internet saat itu.

Membaca feed di Thunderbird memiliki kesan sama seperti membaca email. Saya harus mengklik judul berita satu persatu untuk membaca isinya. Saya sedikit merindukan fitur di google reader, dimana keseluruhan isi feed dapat ditampilkan dalam bentuk list, bukan hanya judulnya saja. Mudah-mudahan fitur ini dapat tersedia di Thunderbird di versi selanjutnya.

Satu fitur lagi yang saya dambakan adalah kemampuan untuk meng-cache gambar yang url-nya terdapat pada feed. Feed favorit saya yaitu Engadget selalu menyertakan gambar di setiap beritanya. Saat ini sewaktu entri feed dari engadget dibuka, RSS reader akan mendownload gambar dari situs Engadget untuk ditampilkan. Jika saya melihat entri tersebut saat koneksi internet tidak tersedia, tentu saja gambar tidak akan bisa ditampilkan. Saya memiliki ide, bahwa aplikasi RSS reader akan mendownload gambar yang linknya terdapat pada feed, lalu gambar tersebut akan tersimpan dengan nama unik, misalkan hasil hash dari URLnya. Jika ada entri lain yang memiliki link ke gambar yang sama, gambar tersebut tidak perlu didownload ulang, tetapi cukup diload dari disk berdasarkan nama unik gambar tadi. Dengan mekanisme ini, bandwidth dapat dihemat, dan feed yang mengandung gambar dapat dibaca walaupun sedang offline. Mudah2an para pengembang aplikasi Thunderbird dapat mengimplementasikan ide ini :D




Powered by ScribeFire.

Senin, Agustus 27, 2007

Berhati-hatilah ketika berada di keramaian

Hari minggu tgl 26 Agustus 2007 kemaren, saya kehilangan HP di lapangan Gazibu. Saya menduga pelaku pencopetan lebih dari satu orang. Waktu itu saya sedang berjalan di lapangan Gazibu bersama istri, melewati bagian tengah lapangan. Di ujung jalan, terlihat seperti terjadi kemacetan, yang setelah dilihat dari dekat, ternyata ada yang berjualan donat di tengah2 jalan. Di tempat itu, jalan terbagi 2, ke arah kanan dan kiri, seperti hurup T. Saya dan istri hendak belok ke arah kanan, tetapi jalanan terhalang oleh 2 orang yang terlihat seakan2 sedang mencari-cari arah jalan. Tiba-tiba dari belakang ada orang yang memegang celana saya dan menggoyang-goyangkannya. Saya secara reflek berusaha melihat ke arah belakang, dan terlihat seseorang sedang berjongkok sambil memegang celana saya. Saya berusaha melepaskan diri, khawatir kalo orang itu orang yang kurang waras, atau orang cacat dan pengemis yang memang banyak terdapat di lapangan Gazibu itu. Setelah beberapa waktu, orang itu melepaskan celana saya dan mengambil topi, yang tampak seakan-akan jatih di jalan. Di dalam hati saya berpikir, kalo topi jatuh mbok ya ngomong, jangan main pegang celana orang aja.

Setelah berjalan agak jauh, hampir sampai di gedung sate, saya meraba sarung HP, dan HP kesayangan sudah tidak berada di tempatnya. Saya minta istri untuk menelepon ke nomer HP saya, dan terdengar nada sambung. "Mungkin HP tinggal di rumah," kata istri. Tapi saya yakin sekali tadi sebelum berangkat sudah membawa HP itu. Di Cisangkuy, saya coba lagi menelepon ke HP, tetapi sekarang nadanya nada sibuk. Gak mungkin HP yang tertinggal di rumah tau-tau menelepon sendiri kan. Dicoba ditelepon lagi, nomer sudah tidak aktif. Tampaknya si pencopet memanfaatkan pulsa saya untuk menelepon. Setibanya di rumah, HP memang tidak ada di atas meja. Berakhir sudah kebersamaan dengan HP SE T630 hitam yang telah menemani saya hampir 3 tahun.

Siang harinya saya ke galeri Indosat di BEC untuk mendapatkan SIM Card pengganti, dengan nomer yang sama. Nomer ini, walaupun bukan nomer cantik, telah diketahui semua teman dan keluarga. Sehingga kalau diganti, bakal repot juga memberitahu berbagai pihak yang berkepentingan. Jadi biarlah nomer ini dipertahankan.

Hari ini kartu pengganti telah aktif, dan ketika dicek pulsanya, pulsaku sudah berkurang sekitar hampir Rp 10rb. Sementara waktu ini, aku bakal bebas dari telepon dan sms, setidaknya sampai ada dana untuk membeli HP baru. Mudah2an ada rezeki dalam waktu dekat ini :)

Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini:
- Ketika berada di keramaian dan di depan ada kemacetan, sebaiknya ambil jalan lain, jangan ikut masuk ke kemacetan itu, karena biasanya komplotan pencopet sudah menunggu di situ.
- Pegang erat barang berharga, jangan sampai terlepas, walaupun ada pengalih perhatian, seperti dengan cara memegang pakaian, dll
- Ketika ada pengalih perhatian, langsung saja tegur orang itu, kalau perlu teriak, biar orang lain ikut melihat, sehingga komplotan pencopet itu urung melaksanakan niatnya.

Semoga kita semua terhindar dari tindak kejahatan.


Powered by ScribeFire.

Kamis, Agustus 23, 2007

Perjalanan mudik tahun ini

Kemaren akhirnya saya mendapatkan tiket untuk mudik lebaran tahun ini. Harga tiket pesawat untuk tanggal 12 oktober dan 17 oktober telah melambung tinggi dibandingkan dengan harga tiket di hari lain. Ketika Ortu ke Bandung kemaren, harga tiket Merpati Pdg-Bdg hanya Rp 398rb, dan ketika pulangnya hanya Rp 450rb-an. Harga tiket pulang pergi yang saya bayar kemaren adalah Rp 1.292.300,- (bdg-pdg sekitar 700rb-an, pdg-bdg sekitar 560rb-an). Kalau saja saya punya kesempatan membeli tiket lebih cepat, mungkin harga yang perlu saya bayarkan tidak semahal itu.

Penerbangan Merpati jalur Padang - Bandung sungguh sangat memudahkan saya untuk pulang ke kampung halaman. Jika tahun lalu saya harus bersusah payah datang ke bandara Sukarno-Hatta pagi2 buta, bersiap2 semenjak 3-4 jam menjelang take-off, sekarang saya hanya cukup datang ke bandara Husein 1 jam menjelang take-off untuk check-in. Dengan harga tiket yang juga cukup murah, pelayanan Merpati tidak kalah dengan maskapai lainnya (berdasarkan cerita ortu yang saya dengar).

Jika saya bandingkan harga tiket dengan maskapai yang mengklaim dirinya sebagai 'low-cost carrier', harga tiket yang saya dapatkan lebih murah. Itupun tidak akan kena pajak bandara, seperti maskapai 'sebelah'. Saya tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos tambahan Bandung - Cengkareng.


Per 1 September mendatang, Merpati juga menambah jumlah keberangkatan tiap minggunya dari Padang ke Bandung dan sebaliknya. Jika saat ini, penerbangan Bdg-Pdg hanya 2 kali seminggu yaitu hari Jumat dan Minggu, maka akan ditambah satu hari lagi yakni hari Rabu. Semoga Merpati sukses dalam usahanya menyelenggarakan angkutan udara, selamat dalam setiap perjalanannya, dan terus meningkatkan kualitas dan pelayanannya. Sukses untukmu, Merpati.


Powered by ScribeFire.