Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juli 31, 2008

Tri Duta Suci memang mengecewakan

Saat saya bertanya kepada teman saya ke bengkel mana dia mempercayakan servis motor yamaha miliknya, teman saya itu menyarankan bengkel Sentra Anugrah Motor di Jl. Dipati Ukur, depan STHB. Alasannya seserhana saja, "Pelayanannya lebih baik daripada Tri Duta Suci." Saat itu, saya masih berdomisili di Jl. Puyuh, sehingga bisa melakukan servis berkala I dan II motor saya di Sentra Anugrah.

Pelayanan di Sentra Anugrah memang memuaskan. Ketika saya datang, yang menjaga konter bengkel langsung mencatat motor saya dan menanyakan keluhan yang saya alami dengan motor ini. STNK diberikan kembali kepada saya sebagai bukti pengambilan motor setelah selesai diservis.

Sekarang saya sudah pindah rumah ke daerah Cibaduyut. Kemarin saya hendak menservis di bengkel resmi Yamaha, tetapi bengkel di Taman Kopo Indah ternyata ikut libur. Pagi ini sambil berangkat kerja, saya memutuskan untuk meninggalkan motor di bengkel untuk diservis, sehingga siang hari bisa langsung diambil. Saya memutuskan mencoba servis di Tri Duta Suci karena lokasinya yang dekat dengan kantor.

Pagi hari tadi saya datang ke Tri Duta Suci. Di konter bengkel, saya disambut oleh mbak penjaga konter. Saya menyerahkan buku servis, kunci dan STNK. Si mbak menyuruh saya menunggu. Saya bilang padanya bahwa motor akan saya tinggal disini saja, nanti siang diambil. Si mbak bertanya, "mau diambil jam berapa?" "Jam 12 siang," kata saya. Tidak ada pertanyaan tentang keluhan yang saya alami dengan motor, maupun pencatatan. Saya meminta STNK yang saya serahkan bersama kunci, tetapi kata si mbak, semua ditinggalkan disana saja. Dalam hati saya berpikir, mudah banget ya nanti kalo mau ngambil motor milik orang lain, kan STNK, buku, dan kunci disana semua. Sungguh suatu kelemahan yang sangat fatal.

Siang harinya setelah sholat dzuhur saya langsung ke Tri Duta Suci untuk mengambil motor. Saya berencana makan siang nanti setelah mengambil motor. Sesampainya di bengkel, saya kembali menjumpai mbak penjaga konter yang sama. Saya katakan ingin mengambil motor. Oleh si mbak, saya diminta menunggu karena kasirnya sedang keluar makan siang. "Duh, kenapa ga bilang tadi pagi kalo jam 12 pada istirahat," kata saya dalam hati.

Sayapun menunggu dengan sabar dan tak terasa 45 menit telah berlalu. Perut saya sudah protes dengan hebatnya. Si mbak penjaga itu kayaknya berusaha mencari keberadaan si kasir 'penting' itu. "Kayaknya kasirnya kekenyangan," begitu guraunya kepada saya. "Lucu banget mbak, pengen ketawa perut saya ini," kembali saya berujar dalam hati.

Sayapun menghampiri si mbak sambil bertanya, "Memangnya kasirnya cuma satu ya mbak?" "Iya, sekarang manajemennya digabung dengan showroom. Jadi menyulitkan konsumen sih. Saya sudah berkali-kali bilang agar kalau keluar jangan sampai lewat jam 1. " begitu jawaban si mbak. Si mbak pun memberikan kuitansi (2 lembar) dan KSG III dari buku servis kepada saya, dan menyarankan saya agar menunggu di showroom saja.

Di showroom, ada 2 orang mbak penjaga. Seorang dari mereka bertanya keperluan saya, dan saya jawab hendak bayar servis bengkel. Si mbak menerima kuitansi dan ksg dari saya. Ketika saya memberi uang Rp 50rb, si mbak minta uang pas saja, karena kasirnya lagi keluar. Saya pun bertanya padanya, "kasirnya hanya satu orang ya mbak?" "Iya, mas mau melamar jadi kasir disini?" begitu jawaban si mbak itu. Saya jawab saja, "nggak sih, cuman kalo ada yang sampai masukin ke surat pembaca, bisa sepi nih bengkel," begitu kaya saya. "Kenapa memangnya?" tanya si mbak. "Saya sudah menunggu dari jam 12 tadi. Setidaknya tolong diinformasikan kepada konsumen, " begitu jawaban saya padanya. Si mbak kemudian memberi cap di kuitansi dan KSG, lalu menyerahkan kembali pada saya. Lembar kuitansi hijau disimpan olehnya.

Saya kembali ke si mbak penjaga konter bengkel. Dia malah heran ketika saya sodorkan kembali kuitansi putih dan KSG. "Kok dikembalikan ke saya, " tanyanya kepada saya. "Di sana sudah bayar mbak," kata saya padanya. Si mbak pun akhirnya menyerahkan kunci+STNK dan buku servis pada saya.

Duh, coba kalo yang ambil motor ini bukan saya, apa Tri Duta Suci mau bertanggung jawab? Setidaknya kasi pertanyaan kek, atau coba tiru Sentra Anugrah yang menggunakan STNK sebagai bukti ketika hendak mengambil motor kembali.

Ini merupakan pengalaman saya yang pertama dan terakhir di Tri Duta Suci. Kepada manajemen Tri Duta, mohon lebih selektif dalam menerima dan membina pegawai-pegawai Anda. Kalau bengkel Anda sampai sepi dan bangkrut, kasihan para pekerja Anda yang lain yang telah bekerja dengan baik, tapi harus ikut menderita akibat ulah satu orang yang tidak becus bekerja.

Blogged with the Flock Browser

Minggu, Juni 22, 2008

Maag dan pengobatan dengan air kelapa

Sekitar sebulan yang lalu saya sempat menderita sakit maag. Bermula dari sakit yang gejalanya mirip dengan demam berdarah, sayapun memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasil test sarah menunjukkan trombosit saya masih normal. Karena malam sebelum nya saya menderita mencret, saya diberi enzim pencernaan oleh dokter yang memeriksa. Dua hari kemudian saya mulai merasakan gejala mual. Ketika dimuntahkan, bukannya mualnya berkurang, tapi badan ikutan jadi tambah lemas.

Beruntung kerabat istri saya bisa melakukan pijat refleksi. Setelah dipijat, gejalanya terasa berkurang. Kata si uwa, emang ini yang kena lambung. Setelah browsing di internet, saya memang menemukan bahwa salah satu penyebab maag bisa dikarenakan enzim pankreas buatan. Semenjak muntah, saya memang tidak meminum lagi obat yang diberikan dari dokter.

Setelah muntah, istri meminumkan madu kepada saya. Madu cukup menolong mengisi lambung yang sedang kosong setelah seluruh isinya keluar. Madu juga mengurangi rasa pahit dan tidak nyaman yang ada di mulut dan kerongkongan setelah muntah.

Untuk memperbaiki lambung, ada satu obat yang sudah saya buktikan mujarab. Air kelapa muda. Air ini merupakan cairan ber-ion yang lebih baik dari minuman ion buatan. Bahkan salah satu produk minuman ion ada yang beriklan bahwa produknya mengandung manfaat yang terkandung pada air kelapa. Tetapi tentu saja air kelapa muda alami jauh lebih baik ketimbang minuman hasil produksi pabrik.

Saya membeli air kelapa muda di warung es kelapa muda di dekat kantor. Pada penjualnya, saya meminta air kelapa yang belum dicampur dengan es. Ternyata bisa beli air dari satu kelapa muda. Penjualnya membelah satu kelapa muda, menampung airnya, dan menyerut daging kelapa mudanya. Air dari satu kelapa harganya Rp 4000,- sedangkan kalau beli es kelapa, segelasnya Rp 2000,- Tapi air dari satu kelapa muda emang banyak, lebih dari 2 gelas.

Air kelapa mampu menetralisir kelebihan asam lambung yang menyebabkan maag. Air kelapanya tidak perlu dicampur apa-apa. Sekali minum juga jangan banyak-banyak, maksimal 1 gelas saja. Sisa air kelapa simpan di kulkas agar tidak berubah rasa menjadi asam. Kalau sudah tersimpan lebih dari 2 hari, sebaiknya jangan diminum lagi, buang saja, karena biasanya sudah tidak baik.

Dalam masa penyembuhan, makan harus teratur. Jangan memakan makanan yang memicu produksi asam lambung berlebihan, seperti lemak, makanan pedas, dan makanan / minuman yang asam. Makan secukupnya, jangan sampai terlalu penuh, karena makanan juga merangsang produksi asam lambung. Semakin banyak makanan yang ada di lambung, asam lambung juga makin banyak diproduksi. Jangan lupa juga untuk air yang banyak.

Setelah gejala maag hilang, pertahankan kebiasaan makan secara teratur. Alhamdulillah semenjak sembuh sampai sekarang, gejala sakit maag saya belum pernah kambuh lagi. Semoga pengalaman saya ini dapat membantu pembaca yang juga sedang mengalami sakit maag. Semoga cepat sembuh.

Blogged with the Flock Browser

Jumat, April 18, 2008

Mendapatkan kembali SIM tanpa sidang tilang

Seperti yang saya tuliskan pada tulisan sebelum ini, sore ini saya kembali ke pengadilan negeri Bandung untuk mengambil SIM yang kena tilang. Saat saya sampai di pengadilan, parkir motor di pelataran halaman pengadilan sudah kosong. Saya tidak jadi parkir di tempat parkir motor tapi saya parkir di dekat pos satpam, karena ada 3 motor sedang terparkir disana. Ruang pengadilan pun sudah tampak sepi, hanya ada dua orang petugas ketika saya masuk ke ruang sidang VI.

Saya langsung menemui seorang petugas dan menyerahkan surat tilang kepadanya. Beliau memberikan surat itu ke petugas yang berada di meja hakim, yang duduknya di sisi kanan hakim. Petugas itu lalu menyarankan saya untuk langsung ke loket pengambilan bukti tilang di bagian pidana. Petugas pertama tadi menyerahkan kembali surat tilang ke tangan saya sambil menunjukkan letak ruangannya. Dari pintu ruang sidang VI, berjalan lurus ke depan, lalu masuk ke pintu di sebelah kiri. Ada dua pintu, kebetulan ada petugas parkir lewat dan mengarahkan saya ke ruangan yang benar, yaitu pintu sebelah kanan diantara dua pintu yang ada. Saya langsung menyerahkan surat tilang dan surat pasangannya langsung ditemukan. SIM diserahkan ke saya oleh petugas disana sambil bilang dendanya Rp 25.000,-

Bagian pidana tempat saya mengambil SIM kurang tepat disebut loket, karena bentuknya seperti ruang kantor biasa. Mungkin jika ingin mengambil sitaan tilang di hari selain hari sidang yang tercantum di surat tilang, ke tempat inilah pengurusannya. Tentang sidang sendiri, saya sempat bertanya ke petugas di ruang sidang, kata beliau, sidang selesai sekitar pukul 2 siang tadi. dari hasil perkiraan saya, dengan sidang per 5 orang yang waktunya ga sampai 5 menit untuk kelima orang itu, memang sekitar jam 2 s/d 2:30, semua pelanggar yang ada di ruang sidang tadi itu bakal selesai diproses semuanya.

Dari dua kali pengalaman saya ditilang ini, sudah dua cara saya tempuh untuk mengambil SIM yang disita. Cara pertama yang telah saya tulis di sini adalah mengambilnya di kantor Polresta sesuai dengan surat tilang yang diberikan saat ditilang. Waktu itu saya dapat slip biru tapi tanpa nominal, dan bayar di kantor Polresta cuman Rp 20.000, waktu pengambilan hari senin setelah tanggal sidang. Cara kedua adalah pengalaman hari ini, dapet slip merah dan diambil di pengadilan, setelah waktu sidang, bayar Rp 25.000,- Satu cara lagi yang baru saya ketahui dari sini yaitu dapat diambil di kantor Polres sesuai surat tilang segera setelah tilang sampai dengan H-1 waktu sidang. Mungkin lain kali akan saya coba cara ini (mudah-mudahan ga akan pernah lagi ditilang :D)

Semoga informasi ini berguna bagi pembaca semua. Jangan takut ditilang. Jangan mau diurus calo, mending urus sendiri. Kalau belum tahu tempatnya, tanya ama calo, tapi jangan tunjukkan surat tilang, pura-pura bego aja, atau bilang nyari temen yang lagi sidang atau alasan lain. Tapi informasi akurat tetap dari petugas, karena kadang calo bisa aja bohong, atau memang tidak tahu lalu ngarang jawabnya. Kalau ga mau antri, datanglah ketika sidang hampir selesai, atau setelah waktu sidang.

Laporan pandangan mata sidang tilang dari pengadilan negeri Bandung

Saya kena tilang lagi. Kejadiannya hari Senin minggu yang lalu, tanggal 7 April 2008. Penyebabnya sebenarnya sepele, tapi emang melanggar sih. Saat itu saya dari arah pasteur mau naik ke jalan layang cikapayang. Ketika hampir sampai di persimpangan dengan jalan cihampelas, lampu lalu lintas menjadi merah. Karena tanggung, saya putuskan saja untuk berhenti, karena dari arah cihampelas sudah banyak mobil dan motor yang bersiap-siap untuk melaju. Daripada ketabrak, mending nunggu bentar kan. Saat itu saya tidak sadar bahwa posisi saya berada di depan garis batas.

Dari arah kanan datanglah seorang polisi dengan isyarat tangan menyuruh saya mundur. Celakanya di belakang sudah penuh oleh motor yang datang belakangan dan tidak ada ruang lagi bagi saya untuk mundur. Si polisi itu kemudian memberi isyarat dengan tangan agar saya mengikutinya, sambil meminta sim dan stnk. Sayapun mengikutinya ke seberang jalan pasteur. Jadilah saya kena tilang untuk kedua kalinya semenjak memegang SIM.

Kali ini saya diberikan slip merah. Artinya saya harus datang sidang pada tanggal 18, yaitu hari ini. Saya pun mencari-cari informasi tentang sidang tilang, terutama sidang di Bandung. Ada yang menyarankan datang di hari lain selain hari sidang, ada yang menyarankan datang di hari sebelum sidang ke Polwiltabes, langsung bayar denda di sana. Sayang saya baca saran terakhir ini baru tadi pagi.

Tadi jam 1-an, setelah sholat jumat, saya pergi ke pengadilan negeri. Karena saya tidak tau persis alamatnya di mana, dan di blog maupun wikimapia juga tidak ada, saya putuskan untuk mencari sendiri saja. Perkiraan lokasi ada di dekat KFC, dan ternyata memang benar. Dari kejauhan tampak banyak sepeda motor diparkir di trotoar. Saya terus melaju, kebetulan di depan ada mobil belok masuk ke pengadilan, jadi saya ikuti saja. Di dalam halaman pengadilan ada parkir motor dan saya lalu parkir motor disana. Saat parkir seperti biasa disapa para calo, menawarkan bantuan. Saya tolak dengan halus, sambil tanya kemana saya harus masuk. Dijawab oleh mang calo, ruang sidangnya ada di ruang VI.

Ruang VI adalah ruang sidang yang dipadati pengunjung, sebagian besar adalah pelanggar lalu lintas yang hendak sidang. Untuk mencapai ruang ini, masuklah di pintu paling kiri, yang berada di dekat pos satpam, dari arah pintu masuk jalan RE Martadinata. Masuk saja terus ke lorong yang gelap karena ga ada lampu itu, lalu belok ke kiri, belok kanan lagi. Ruangnya ada di ujung lorong dengan label Ruang VI di atas pintu masuk.

Saat saya datang, ada banyak orang yang sedang menunggu. Ternyata saat itu hakim belum datang. Bagi yang ingin sidang, tinggal masuk memberikan surat tilang ke petugas di meja sebelah kiri. Saya kemudian iseng jalan-jalan ke bagian lain pengadilan. Bangunan di bagian lain bagus-bagus dengan lantai keramik, sedangkan ruang sidang VI seperti ruang tak terawat, dengan suasana gelap dan lantai semen saja. Saya kembali ke ruang VI dan tak lama kemudian hakim memasuki ruangan. Selanjutnya dipanggillah nama sesuai surat yang sudah ada di meja hakim, untuk duduk di kursi panjang di tengah ruangan yang dapat menampung lima orang. Hakim selanjutnya mengatakan tujuan sidang saat itu, ditutup dengan pesan agar para terdakwa tidak melanggar lagi. Hukuman yang dijatuhkan berupa denda yang dibayarkan pada petugas di meja sebelah kanan, setelah mengambil surat tilang kepada petugas di samping kiri hakim.

Saya lalu meninggalkan ruang sidang, berencana untuk balik sore nanti. Di tempat parkir, saya menanyakan ke calo yang kebetulan lewat sampai jam berapa sidang dilaksanakan, dan dijawab olehnya sampai sore, jam 4-an jam 5-an. Ketika dia bertanya ke saya dapat slip merah apa biru, saya jawab aja udah sidang. Iseng juga sekalian nanya kalau telat sidang, diurus dimana, dijawab di dalam, di loket pidana. Tak lupa sang calo menambahkan bahwa dendanya juga bakal beda kalo telat. Saya jawab dengan terima kasih dan sayapun meninggalkan pengadilan negeri, balik ke kantor nerusin kerjaan dan posting tulisan ini :)

Nanti sore saya mau balik lagi kesana, tunggu aja laporan pandangan matanya di tulisan selanjutnya.

Tulisan lain tentang tilang:
http://standalone.blogsome.com/2006/01/03/tilang-kenapa-takut-disidang/
http://my.opera.com/teguh_widodo/blog/2007/02/01/prosedur-tilang?cid=3131197
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=29816341
http://riyogarta.com/2006/12/05/sidang-akibat-tilang/
http://indrariawan.wordpress.com/2007/06/20/sidang-tilang/
http://papabonbon.wordpress.com/2007/02/12/kena-tilang-p/

Selasa, April 08, 2008

HADE yang tidak hade

Siang tadi, di lapangan Gasibu Bandung, ada kampanye oleh pendukung calon gubernur dan wakil gubernur Jabar, yaitu HaDe. Efek samping yang dibawa oleh kegiatan kampanye ini adalah kemacetan pada jalan Surapati dan jalan sekitarnya, seperti jalan di samping Telkom Japati. Di dalam hati saya berkata, "Belum jadi gubernur aja udah bikin orang susah, gimana kalo udah jadi gubernur yah??"

Saya sungguh tidak mengerti dengan kegiatan kampanye. Hampir tidak ada manfaat positif yang diterima masyarakat sekitar tempat kegiatan kampanye diadakan. Yang dirasakan justru kekesalan akibat macetnya jalan raya. Belum lagi atribut berupa poster, baliho, selebaran yang selain mengganggu, tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Sungguh suatu pemborosan yang nyata. Bandung sudah kelebihan sampah, tidak perlu ditambah dengan atribut-atribut lagi.

Pemilihan gubernur nanti, saya sudah memastikan diri untuk tidak memilih. Tidak ada hal positif dari ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang menarik perhatian saya. Semua menebar janji klise yang sama di setiap pemilihan pemimpin. Janji-janji muluk yang tidak dapat ditagih di kemudian hari sewaktu mereka akhirnya menjabat.

Sabtu, Maret 15, 2008

Pentingnya Backup Data

Hari ini saya memperoleh pengalaman berharga, bagaimana rasanya kehilangan data penting di harddisk. Kejadian ini bermula ketika saya hendak memformat ulang partisi data di harddisk laptop dari NTFS menjadi ext3. Ukuran partisi ini adalah 30GB dan data yang ada di dalamnya tinggal 16GB. Saya memiliki sebuah harddisk laptop di dalam enclosure berukuran 80GB, tetapi kapasitas yang tersisa pada harddisk eksternal ini tinggal sekitar 2 GB. Saya juga memiliki sebuah harddisk 3,5" yang telah saya miliki sejak tahun 2001, berkapasitas 20GB dan sedang tidak digunakan, sehingga saya memutuskan untuk menyalin isi partisi data ke harddisk ini.


Harddisk 3,5" 20GB ini saya miliki sejak pertama kali memiliki komputer. Ketika PC saya jual karena telah memiliki laptop, harddisk ini tidak ikut saya jual. Saya lalu membeli enclosure merk "ROCK mobile disk" dan menggunakan harddisk ini sebagai tempat menyimpan data yang tidak muat di harddisk laptop. Setelah memiliki harddisk laptop ekternal 80GB diatas, harddisk ini dipensiunkan. Sempat terpikir hendak dijual, tetapi saya belum sempat melakukannya.


Saya ingin mengubah format partisi data dari NTFS menjadi ext3, karena saat ini saya bekerja penuh menggunakan Ubuntu. Ubuntu memang bisa membaca dan menulis partisi NTFS, dan memang semua data saya masih ada di partisi itu, agar dapat digunakan baik di Windows maupun di Ubuntu. Kelemahan partisi NTFS adalah fragmentasi file yang hanya dapat di defrag dari Windows. Fragmentasi ini ikut mempengaruhi kinerja Ubuntu, terutama ketika saya menjalankan aplikasi Java seperti Eclipse, SQL Developer, dan Tomcat5.5


Saya pun menghubungkan harddisk 20GB ke laptop lalu menyalin isi partisi data ke harddisk itu. Harddisk saya format bertipe NTFS juga. Proses penyalinan data saya lakukan melalui Windows menggunakan aplikasi TeraCopy. Proses ini cukup lama, sekitar 3 jam-an. Setelah selesai, saya pun me-reboot laptop ke Ubuntu untuk merubah format partisi ini menjadi ext3. Ubuntu sempat hang, kemungkinan karena aplikasi Gnome-do. Ubuntu di laptop ini memang sudah lama tidak di-reboot, selalu di-hibernate saja ketika dimatikan. Setelah saya reboot, Ubuntu berjalan dengan normal kembali. Saya menghubungkan harddisk 20GB dan data dapat saya akses. Saya lalu me-unmount harddisk ini, dan rupanya inilah kesalahan saya yang fatal.


Saya menjalankan gparted melalui menu System > Administration > Partition Editor. Proses format partisi selesai dalam waktu 47 detik. Saya mencoba me-mount partisi ini, tentunya setelah mengedit file /etc/fstab dan mengubah UUID dari partisi ini menjadi UUID yang baru, dan tipe pertisi dari ntfs menjadi ext3. Untuk melihat UUID partisi, dapat menggunakan Hardware Information yang terdapat pada menu System > Preferences > Hardware Information. Cari partisi harddisk pada tree hardware di bagian kiri aplikasi, klik partisi yang hendak dilihat, lalu klik tab advance di bagian kanan. Atribut uuid ada di baris paling bawah. Copy nilainya dan isikan ke file /etc/fstab menggantikan nilai UUID partisi yang lama.


Setelah partisi ini berhasil dimount, saya kembali menancapkan harddisk eksternal 20GB ke port USB. Ditunggu 5 detik 10 detik, kok ga muncul di desktop, icon harddisk usb. Saya coba lepas lalu colok lagi tetap tidak berpengaruh. Saya coba matikan harddisknya, lalu dinyalakan lagi, lho kok sekarang malah harddisk tidak berputar. Sayapun menjalankan System Log, dan ini yang saya dapatkan:


Mar 14 22:46:51 ubuntuku kernel: [ 1162.816000] usb 5-5: new high speed USB device using ehci_hcd and address 4

Mar 14 22:46:52 ubuntuku kernel: [ 1162.972000] usb 5-5: configuration #1 chosen from 1 choice

Mar 14 22:46:52 ubuntuku kernel: [ 1162.976000] scsi3 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices

Mar 14 22:47:02 ubuntuku kernel: [ 1173.756000] usb 5-5: USB disconnect, address 4

Mar 14 22:47:02 ubuntuku kernel: [ 1173.756000] scsi 3:0:0:0: scsi: Device offlined - not ready after error recovery

Mar 14 22:49:08 ubuntuku kernel: [ 1299.552000] usb 5-3: new high speed USB device using ehci_hcd and address 5

Mar 14 22:49:08 ubuntuku kernel: [ 1299.684000] usb 5-3: configuration #1 chosen from 1 choice

Mar 14 22:49:08 ubuntuku kernel: [ 1299.684000] scsi4 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices

Mar 14 22:49:19 ubuntuku kernel: [ 1310.464000] usb 5-3: USB disconnect, address 5

Mar 14 22:49:19 ubuntuku kernel: [ 1310.464000] scsi 4:0:0:0: scsi: Device offlined - not ready after error recovery



Damn, harddisk ini rusak disaat sedang menampung data-data saya. Rasanya benar-benar tidak percaya hal ini terjadi pada diri saya. Saya boot lagi ke Windows, tetap saja harddisk 20 GB ini tidak mau diakses. Dia wafat dengan sukses, membawa serta data-data saya ke tempat peristirahatannya. Satu-satunya harapan saya adalah partisi data yang baru saja diformat menjadi ext3. Saya segera me-unmount partisi ini dan mengedit file /etc/fstab untuk memberi tanda komentar agar partisi ini tidak di-mount saat Ubuntu saya reboot. Saya langsung mencari aplikasi recovery partisi lewat google. Ada dua aplikasi yang saya temukan, yaitu DiskInternals NTFS Recovery dan Windows Data Recovery. Karena rekening online saya belum ada uangnya, terpaksa saya mencari alternatif di situs warez, dan saya mendapatkan aplikasi Activ@ Partition Recovery. Saya segera mendownload aplikasi ini, tetapi karena file ada di rapidshare, saya harus menunggu sekitar satu jam lebih sebelum dapat mendownloadnya.


Karena sudah lelah, sayapun sempat tertidur menunggu habisnya timer rapidshare. Tentu saja tidur saya tidak bisa nyenyak, membayangkan data-data yang ada di partisi itu. Akhirnya saya bisa mendownloadnya. Saya sempat tertidur lagi, dan ketika terbangun, alhamdulillah aplikasi telah selesai didownload dan tidak corrupt, walaupun ukuran file yang saya dapat kurang sekitar 1 byte dari ukuran file aslinya. File ini dapat saya ekstrak dan install dengan baik.


Setelah instalasi selesai, saya langsung menjalankannya. Aplikasi ini mendeteksi partisi ext3 yang baru saya iptakan tadi. Sayapun menutup aplikasi lalu menjalankan Disk Management untuk menghapus partisi ext3 tadi. Saya cukup lama mengecek ulang agar saya tidak salah hapus. Kalau sampai partisi ubuntu yang terhapus, bener-bener habis jatuh tertimpa tangga saya. Setelah partisi data saya hapus, saya kembali menjalankan aplikasi Activ@ Partition Recovery. Saya melakukan scanning pada free space harddisk, bekas partisi data tadi berada. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya APR menemukan partisi NTFS berukuran 30GB di bagian harddisk tersebut. Saya klik tombol recover dan partisi NTFS muncul kembali. Ketika saya coba browse menggunakan Window Explorer, partisi ini tidak dapat dibaca. Sayapun lalu menjalankan aplikasi APR File Recovery yang masih bagian dari Activ@ Partition Recovery.


Saya melakukan scan pada partisi data yang telah ditemukan sebelumnya. Alhamdulillah data-data saya masih ada disana. Saya lalu menghapus data2 lama pada harddisk eksternal 80GB, sehingga akhirnya tersisa space sebesar 15GB. Pada partisi C: juga masih ada space 3GB yang dapat saya gunakan sebagai tempat menyalin data dari partisi data. Sayapun segera menyalin data yang ditemukan tadi. Sayapun akhirnya bisa tersenyum dengan tenang karena data-data saya dapat saya peroleh kembali.


Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi saya, bahwa backup data itu sangat-sangat penting sekali. Gunakan media yang dapat diandalkan sebagai penyimpan data penting, dan selalu siapkan backup. Dulu saya sering merasa sayang memanfaatkan space harddisk yang tersisa untuk backup data, tetapi sekarang saya telah merasakan sedihnya kehilangan data. Masih untung saya tidak mengalami kehilangan laptop beserta datanya, dan semoga hal ini tidak pernah terjadi pada saya. Dan saya sangat beruntung bisa mendapatkan data-data saya kembali.


Jika nanti rekening online saya telah terisi, saya akan membayar biaya lisensi aplikasi Activ@ Partition Recovery yang telah saya gunakan. Aplikasi ini telah menyelamatkan data saya dan pembuatnya berhak mendapatkan haknya. Semoga saya tidak lupa melakukannya nanti.

Kamis, November 08, 2007

Pengalaman mengurus tilang di Bandung

Pada tanggal 26 Oktober yang lalu, saya kena tilang di jalan Surapati. Dari jalan Jalaprang memang ada rambu-rambu tidak boleh belok kanan dari jam 600 - 900 dan 1600 - 1900. Biasanya karena jarang ada polisi, semua pengendara kendaraan tidak ada yang mematuhi rambu ini. Hari itu, 'pak ogah' yang sering membantu pengendara kendaraan untuk belok dari dan ke jalan Jalaprang tidak ada. Karena lalu lintas sedang sepi, saya langsung saja belok dan ternyata di depan sudah ada polisi yang menanti. Sebelum bulan Ramadhan kemaren juga sempat ada polisi di sana, tapi entah kenapa, akhirnya semua yang diberhentikan disuruh jalan lagi, tanpa ditilang. Kali ini rupanya saya sedang bernasib kurang baik sehingga akhirnya menerima 'surat cinta' dari polisi.

Pak polisinya membawa saya ke gardu hansip untuk diberi surat tilang. Karena saya pernah membaca pembahasan di milis, mengenai slip biru, saya minta aja ke pak polisi ini slip biru, ketika dia akan menulis surat tilang dan berkata kepada saya bahwa sidangnya tanggal 2 November. Si pak polisi berkata, "Oh, mau bayar ke bank ya?" "Iya, " kata saya. Dia pun menulis di slip biru dan diberikan kepada saya, menahan SIM, lalu ke luar lagi untuk menanti mangsa berikutnya. Sayapun pulang membawa surat itu. Sesampainya di rumah, saya cerita kejadian tadi ke istri. Ketika melihat slip birunya, ternyata si pak polisi tidak menuliskan besarnya biaya yang harus saya setor di BRI Naripan yang tertera di slip biru itu.

Hari seninnya saya bertanya ke rekan sekantor yang pernah punya pengalaman ditilang dan minta slip biru juga. Ternyata Bank baru mau menerima pembayaran kalau telah dituliskan besarnya nominal yang harus dibayar di slip biru itu. Kalau tidak ditulis, artinya si polisi lagi ngerjain. Cari-cari info tambahan di internet, terutama untuk kota Bandung, akhirnya ketemu juga pengalaman serupa di blog ini dan blog ini.

Mengikuti panduan diatas, saya akhirnya datang ke kantor Polresta Bandung Tengah pada tanggal 5 November, yaitu setelah tanggal sidang yang tertera di slip.Polresta Bandung Tengah beralamat di jalan A. Yani. Kalau dari jalan W.R. Supratman, belok kanan ke arah IBCC, terus dikit, nah disitu kantornya. Saya masuk ke dalam, parkir motor, trus jalan lewat belakang gedung utama ke arah pintu keluar. Karena saya sudah cukup akrab dengan kantor Polisi sewaktu proyek di Lampung Utara 2 tahun lalu, maka sayapun mencari tulisan satlantas. Ternyata bagian Satlantas pintunya ada di bagian depan gedung utama di sebelah kanan, dekat jalur keluar kendaraan. Sayapun masuk ke sana. Di bagian kiri pintu masuk, ada sekat dari triplek dan papan petunjuk di dekat pintu masuknya bertuliskan kalo tidak salah ingat "Baga Langgar". Sayapun masuk ke sana, di dalamnya ada seorang pak polisi. Sayapun memberikan slip biru tersebut. Pak polisi ini lalu mencari di tumpukan slip lalu memberikan SIM saya sambil bilang "Bayar disini aja, Rp 20.000," . Sayapun membayar dan SIM akhirnya balik lagi ke tangan. Di ruangan itu banyak sekali slip dan barang sitaannya (SIM atau STNK) yang belum ditebus oleh pemiliknya. Tenyata banyak juga warga Bandung yang masih belum taat peraturan (termasuk saya juga nih :( )

Dari pengalaman saya ini dan dua pengalaman pada link tadi, saya dapat menyimpulkan bahwa kebijakan polisi tentang tilang masih lemah. Banyak celah, ketidakkonsistenan tindakan, dan informasi yang tidak jelas kepada masyarakat, yang mengakibatkan masih banyaknya calo berkeliaran di pengadilan dan kebingungan masyarakat untuk mengurus tilang. Polisi harusnya menerapkan standar yang ketat dan sama di semua wilayah dalam menindak pelanggaran dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai cara untuk mengurus tilang. Semoga polisi Indonesia dapat bertindak semakin profesional di waktu mendatang, dan para pengemudi makin sadar dan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.



Powered by ScribeFire.

Senin, Agustus 27, 2007

Berhati-hatilah ketika berada di keramaian

Hari minggu tgl 26 Agustus 2007 kemaren, saya kehilangan HP di lapangan Gazibu. Saya menduga pelaku pencopetan lebih dari satu orang. Waktu itu saya sedang berjalan di lapangan Gazibu bersama istri, melewati bagian tengah lapangan. Di ujung jalan, terlihat seperti terjadi kemacetan, yang setelah dilihat dari dekat, ternyata ada yang berjualan donat di tengah2 jalan. Di tempat itu, jalan terbagi 2, ke arah kanan dan kiri, seperti hurup T. Saya dan istri hendak belok ke arah kanan, tetapi jalanan terhalang oleh 2 orang yang terlihat seakan2 sedang mencari-cari arah jalan. Tiba-tiba dari belakang ada orang yang memegang celana saya dan menggoyang-goyangkannya. Saya secara reflek berusaha melihat ke arah belakang, dan terlihat seseorang sedang berjongkok sambil memegang celana saya. Saya berusaha melepaskan diri, khawatir kalo orang itu orang yang kurang waras, atau orang cacat dan pengemis yang memang banyak terdapat di lapangan Gazibu itu. Setelah beberapa waktu, orang itu melepaskan celana saya dan mengambil topi, yang tampak seakan-akan jatih di jalan. Di dalam hati saya berpikir, kalo topi jatuh mbok ya ngomong, jangan main pegang celana orang aja.

Setelah berjalan agak jauh, hampir sampai di gedung sate, saya meraba sarung HP, dan HP kesayangan sudah tidak berada di tempatnya. Saya minta istri untuk menelepon ke nomer HP saya, dan terdengar nada sambung. "Mungkin HP tinggal di rumah," kata istri. Tapi saya yakin sekali tadi sebelum berangkat sudah membawa HP itu. Di Cisangkuy, saya coba lagi menelepon ke HP, tetapi sekarang nadanya nada sibuk. Gak mungkin HP yang tertinggal di rumah tau-tau menelepon sendiri kan. Dicoba ditelepon lagi, nomer sudah tidak aktif. Tampaknya si pencopet memanfaatkan pulsa saya untuk menelepon. Setibanya di rumah, HP memang tidak ada di atas meja. Berakhir sudah kebersamaan dengan HP SE T630 hitam yang telah menemani saya hampir 3 tahun.

Siang harinya saya ke galeri Indosat di BEC untuk mendapatkan SIM Card pengganti, dengan nomer yang sama. Nomer ini, walaupun bukan nomer cantik, telah diketahui semua teman dan keluarga. Sehingga kalau diganti, bakal repot juga memberitahu berbagai pihak yang berkepentingan. Jadi biarlah nomer ini dipertahankan.

Hari ini kartu pengganti telah aktif, dan ketika dicek pulsanya, pulsaku sudah berkurang sekitar hampir Rp 10rb. Sementara waktu ini, aku bakal bebas dari telepon dan sms, setidaknya sampai ada dana untuk membeli HP baru. Mudah2an ada rezeki dalam waktu dekat ini :)

Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini:
- Ketika berada di keramaian dan di depan ada kemacetan, sebaiknya ambil jalan lain, jangan ikut masuk ke kemacetan itu, karena biasanya komplotan pencopet sudah menunggu di situ.
- Pegang erat barang berharga, jangan sampai terlepas, walaupun ada pengalih perhatian, seperti dengan cara memegang pakaian, dll
- Ketika ada pengalih perhatian, langsung saja tegur orang itu, kalau perlu teriak, biar orang lain ikut melihat, sehingga komplotan pencopet itu urung melaksanakan niatnya.

Semoga kita semua terhindar dari tindak kejahatan.


Powered by ScribeFire.

Selasa, Juli 10, 2007

Pengalaman buruk dengan mouse merk 'Sunflower'

Beberapa bulan lalu saya membeli mouse baru sebagai pengganti mouse Logitech yang telah bertugas kurang lebih 3 tahun. Mouse Logitech optikku itu tombol klik kirinya sudah tidak bisa ditekan lagi, sehingga menyulitkan penggunaan. Setelah berkeliling di BEC, akhirnya pilihan jatuh ke sebuah mouse optik yang memiliki kabel yang bisa tergulung sendiri. Saya pilih tipe seperti ini karena mouse akan sering dibawa di tas, sehingga dengan tipe kabel bisa tergulung sendiri, saya gak perlu repot2 menggulung kabel, dan lebih rapi ketika dimasukkan ke tas.

Karena mouse murah(an), maka garansi cuma garansi toko, itupun hanya seminggu. Setelah sebulan lebih digunakan, masalah baru muncul. Saya heran kenapa beberapa klik biasa malah jadi klik dobel. saya kira setting mouse yang salah. Tapi setelah dicek di Control Panel, setting tidak berubah, masih seperti biasa. Saya tes berulang kali, ternyata masalah ada di mouse murahan ini. Sekarang ini 2 tombol lain, klik tengah dan klik kanan ikut2an menjadi double, malah triple dan lebih. Kesal sekali kalau sedang paste menggunakan klik kanan, hasilnya 2-3 kali, sehingga perlu dihapus lagi. Mouse ini benar2 bikin kesal. Nanti kalau suah ada dana buat beli mouse Logitech idamanku, saya akan merasa puas sekali membanting mouse sialan ini ke dinding sampai hacur berkeping2 >:)

Kalo ada yang mau beli mouse, jangan beli merk2 murahan. Harganya memang murah, tapi dampak psikologis kalo ada masalah bakal fatal, membuat Anda ingin membanting mouse itu ;)




Powered by ScribeFire.

Senin, Februari 12, 2007

Hari pertama ngantor di telkom japati

Mulai hari ini gw ngantornya di telkom japati. Kantor gw (Swamedia) lagi ngerjain proyek ama telkom, dan gw termasuk tim yang ikut ngerjain proyek itu.

Kalo masuk ke ruangan sih udah hari jumat lalu. Waktu itu ngangkutin komputer yang akan digunakan. Tapi abis itu langsung balik lagi ke kantor.

Hari pertama ini belum bener2 mulai kerja, coz jaringan belum nyambung semua. Linux Debian tempat repository svn-nya disimpan juga masih belum connect ke komputer lain, padahal hostnya udah bisa. Debian ini jalan di atas VMware, dan ethernetnya udah diset Bridges. Sementara gw set jadi NAT dulu aja, buat update debiannya via internet.

Internetan di sini, ga bisa YM dan Meebo. Jadi terputus lah koneksi ke dunia luar, hanya bisa menikmati layanan internet via halaman web doang.

Sabtu, Februari 10, 2007

Salut dengan pelayanan Gramedia Jl Merdeka Bandung

Hari senin yang lalu gw beli majalan CHIP di penjual majalah deket kantor. Gw emang biasa beli majalan CHIP bulan ganjil, karena untuk edisi bulan lalunya ada di dalam DVD-nya, dalam format PDF.
Setelah dibuka, ternyata ada halaman yang berulang. Halaman 33 sampai 49 ada dobel, sedangkan halaman 50 dan seterusnya yang seharusnya ada malah ga ada.
Tadi siang, gw ke Gramedia Jl Merdeka. Karena di tas gw ada laptop, gw dibolehin tetep bawa tas menuju lantai 2. Di sana, sempat binggung juga nyari bagian informasinya. Gw terus aja jalan ke belakang, dan ternyata bagian informasi sudah lebih bagus sekarang. Ada label 'Informasi' yang bisa terlihat dengan jelas dari kejauhan. Mbak yang duduk di meja itu juga ramah. Gw langsung aja keluarkan majalah yang gw bawa, dan perlihatkan halaman majalah yang berulang. Si mbaknya langsung memproses keluhan gw, meminta rekannya mengambilkan majalah yang baru sebagai gantinya. Setelah dibuka plastiknya, si Mbak kasi majalahnya ke gw, nyuruh gw ngecek ulang lagi. Setelah gw cek dan halamannya lengkap, ya gw pergi.

Salut dengan pelayanan yang diberikan Gramedia Jl Merdeka. Semoga pelayanan ini dapat dipertahankan dan kalo bisa ditingkatkan. Toko lain semoga juga dapat mengikuti jejak Gramedia yang satu ini.

Kamis, September 07, 2006

Pagi-pagi dah 'meledak'

Pagi ini sewaktu brangkat ke kantor, seperti biasa gw naek angkot jurusan menuju kantor seperti yang biasa gw lakukan di hari lain. Dan seperti biasa juga di di depan pusdai dan pasar suci macetnya minta ampun, dan ini pun masih dapat gw maklumi. Kekesalan gw mulai timbul ketika si supir malah ngetem selepas pasar suci, dimana jalan ga begitu rame. Gw yang seharusnya dah sampe tujuan dalam 5 menit malah harus menunggu lebih lama lagi. Klo ngetem bentar sih gw masih bisa memaklumi, sebelum-sebelumnya juga gitu, ya namanya juga orang nyari makan. Gw kesel karena sewaktu ngetem ini, lewat 3 angkot jurusan yang sama. Gile gak tuh. Kalau saja gw ga naek angkot yang ini, gw malah bisa sampe duluan ke kantor. Yah karena gw males ngomong gw pelototin aja tuh supir lewat spion tengahnya. Akhirnya jalan juga tuh angkot dan nyampe juga di tempat gw turun angkot. Pas di angkot gw dah ada rencana cuman bayar Rp 1000,- aja ketimbang bayar Rp 1500,- ongkos yang biasa. Tapi akhirnya gw putuskan juga meremas 1 lembar seribuan + 5 keping koin 100, karna gw ga mau menzalimi rezeki orang lain. Sebagai bentuk kekesalan, gw bilang kiri dengan suara yang agak membentak dan pas turun duit yang dah gw remas itu gw lempar aja ke dashboard.
Ternyata si supir ngeh juga kalo gw kesal. Tapi 'lucunya' ternyata dia tersinggung gw melempar duit itu. Dia turun sambil membentak dan nanya kenapa gw melempar duit itu. Dalam hati gw malah ketawa, dasar supir bego, dah untung gw kasi duit pas, ga jadi gw kurangin. Gw dah agak jauh dan ternyata dia masih penasaran, masih membentak dengan pertanyaan yang sama. Gw jawab aja dengan suara yang tak kalah tingginya, "Tadi ngetem lama banget!". Gw sih tetep jalan ke arah kantor, males bgt ngeladenin orang kaya gitu, dan jam masuk kantor dah makin deket. Sayup gw denger alasan dia karena dia baru narik, baru dari rumah. Gw ga peduli dan terus aja jalan. Orang2 di jalan dah pada ngelihatin semua ke arah angkot itu. Gw cuek aja jalan terus, masa bodo dengan supir geblek ituh. Setelah melempar duit gw sempat melihat plat nomernya dan udah gw inget-inget di kepala, ga akan sekali-kalinya naek angkot itu lagih. Plat mobilnya D 1939 AC. It's the first angkot in my black list. Dulu dah pernah mo bikin black list, tapi kelupaan terus :D. Mulai sekarang, black list bakal di-update terus, hihihihihi.....

Senin, Agustus 08, 2005

Love is Patience

Gw ngebaca tulisan diatas sewaktu berada di Mollis, Carrefour. Di saat itu gw lagi menunggu kedatangannya, janjinya sih ketemu disana jam 4 sore. Ternyata do'i datengnya jam 4:45. Walaupun gw dah sedikit kesel menunggu, tapi melihat dia datang, entah kenapa rasa kesel gw hilang. Gw dengan mudahnya dapat memaafkan keterlambatannya, padahal gw biasanya langsung nyepet pihak yang telat dengan kata-kata sarkastik gw.

Hal yang sama terjadi hari ini. Kekesalan yang gw rasakan terhadap dia sejak malem tadi, hingga pagi hari, entah kenapa hilang. Emang ini sifat gw yang gw rasakan paling besar manfaatnya. Gw gak pernah bisa menyimpan rasa kesal lebih dari sehari. Gw dengan mudahnya dapat melupakan kesalahan yang diperbuat orang lain terhadap gw.

Gw merasa kesel karena gw ngerasa dicuekin. Pesan-pesan gw lewat YM sering gak dibales. Kemaren gw sms juga gak dibales, baru malem harinya sms gw dibales. Entah kenapa rasa kesal itu timbul. Kesabaran ada batasnya juga bukan. Mungkin aja gw dah sampe di batas sabar yang gw miliki.

Tadi gw dah nulis surat segala, ngikutin saran dari sahabat baik gw, tempat gw curhat tentang masalah ini. Tapi sore hari ini, komunikasi kami lancar lagi via YM. Gw jadinya batal ngasihin surat yang telah gw tulis tadi. Selain karena besok dia mau ada rapat (gw takut merusak konsentrasinya besok), juga tulisan gw masih amburadul, kayaknya karena dah lama gak nulis deh.

Akhirnya gw ngomongin tentang hal tersebut secara langsung pas nganter dia naek angkot dari kantornya sore ini. Gak semua hal sih. Gw hanya bilang bahwa gw ngwrasa dia jarang ngebales YM gw seminggu yang lalu. Alasan dia sih karena sibuk dan kadang lagi ada tamu. Gw bisa mengerti sih, apalagi dia sempat 2 hari gak masuk, jadinya kan kerjaannya numpuk.

Mungkin ini juga sebab keraguan gw tadi sewaktu nulis surat. Entah kenapa, gw jadi ragu pas nulis, ternyata bener aja, gw gak jadi ngasihin surat itu ke dia. Yang pasti sih sekarang, gw akan berusaha ngertiin dia, karena saat ini memang saat-saat sibuk dia. Setiap 3 bulan emang gitu, katanya sore tadi.

Emang bener kata-kata diatas: Love is Patience
Tanpa kesabaran, hubungan apapun pasti gak akan bisa berjalan dengan baik. Semoga kami berdua diberi kesabaran oleh ﷲ SWT, sehingga hubungan kami dapat berjalan dengan lancar dan langgeng, amiiinnn.

Jumat, April 08, 2005

Seberkas kisah sedih di hari Jumat

sebuah email
yang kubaca hari ini
kutahu bahwa kesempatan itu telah tiada
kutahu tak ada gunanya berharap lagi
dia kan meninggalkanku
dia takkan pernah menjadi milikku
diriku takkan pernah menjadi seperti yang dia pinta

----------------------------------------------------

Kamis, Desember 02, 2004

My new SE T630

Akhirnya hari ini ke BEC buat beli SE T630 dan alhamdulillah dapet yang second dengan garansi resmi sampai Juni 2005 dengan harga Rp 1.650.000,-
Di BEC cuma ada 3 toko yang jual SE T630 second, dan T630 yang aku beli ini lebih mulus dan lebih murah dari T630 di 2 toko lainnya, walaupun garansi resminya paling pendek. Di 2 toko yang lain, masih garansi sampai Juli dan September.

Yang pasti sekarang perasaan senang banget. Dapet juga HP yang diidam-idamkan. Tapi juga was², takut ilang lagi. Kalo ilang lagi, alamat gw gak bakal punya HP beberapa bulan, karena duit tabungan gw abis buat beli T630 ini. Semoga gak ada maling yang berani menjamah HP gw yang baru ini. Semoga awet :D

Selasa, November 30, 2004

Kartu gw aktif...

Kemaren akhirnya kartu Mentari gw yang baru aktif. Gw tahunya setelah di kampus ditest miscall ke nomer gw, n masuk ke voice mail box. Sebelumnya cuma pemberitahuan bahwa nomer sedang tidak aktif atau berada di luar service area.

Gw ngurus kartu yang baru ini hari Jumat, setelah kehilangan HP. Emang sih kata CS-nya sekitar 3 jam s/d 3 hari baru aktif. Nomernya tetap nomer gw yang lama, males ganti ke nomer baru. Pas gw ngecek pulsa, ternyata pulsa gw tinggal Rp 49545,- dari sebelumnya pas ilang itu sekitar Rp 87000,-. Jadi sang pencopet itu sempat juga menggunakan pulsa Mentari gw sekitar Rp 30000 selama 3 hari. Foya² banget ya dia, mentang² dapet HP dan kartu gratis hasil nyopet. Tapi yang penting sekarang nomer udah ada di tangan gw lagi. Kartu gw yang lama gak ada gunanya lagi, paling cuma sebagai penyimpan nomer aja.

Sekarang tinggal nunggu dana turun, untuk beli HP yang baru. Sayang nih, dana gw seret. Padahal ngebet pengen punya K700. Ada yang mau nyumbang gw gak :-D

Sabtu, November 27, 2004

HP gw ilang...

Gw udah nulis di multiply sih, tapi tulis disini juga ah.
Kemaren sehabis sholat Jum'at di Masjid Salman, sewaktu gw ngantri ngambil sendal dari tempat penitipan, HP gw dicolong orang. Emang sih, gw juga yang salah naruh HP di saku baju koko. Kayaknya tu orang udah ngikutin gw sejak dari masjid, coz sewaktu gw berdiri, gw mindahin tu HP dari saku baju kanan ke saku kiri. Sewaktu ngantri ngambil sendal, perhatian gw lagi ke sendal sehingga gak merasa sewaktu tu HP ilang.
Gw langsung sadar gak jauh dari sana, karena gw punya kebiasaan ngecek HP tiap saat. Sewaktu ngeraba saku baju, langsung sadar HP udah raib. Sayang gak meratiin siapa aja yang ada di deket gw sewaktu ngambil sendal.
Akhirnya siang itu, setelah makan siang, gw ke BEC, ke counter Indosat yang ada disana untuk minta penggantian kartu. Sekarang gw dah punya kartu yang baru, dengan nomer telepon yang lama. Sayangnya belum diaktifkan, karena menurut cs-nya, kartu yang baru aktif setelah 3 jam s/d 4 hari lagi. Penggantian kartu ini gak kena biaya lho. Salut deh buat Indosat atas pelayanannya.

Sekarang lagi mikir² HP yang akan dibeli. Bakal habis lagi deh duit tabungan gw yang rencananya mau dipake buat beli digicam. Mudah²an dapet pengganti yang lebih baik yah.

Buat yang nyopet, kali aja elu baca blog ini, lu tobat donk. Berapa sih mau dijual tuh HP. Gw masih punya nomer IMEI, kotak + chargernya. Mending lu cari kerja yang halal gih. Malu donk ama cecak, makanannya aja terbang masih bisa idup. Lu sebagai manusia udah dikasi akal yang lebih hebat dari cicak, kelakuan masih juga kayak orang gak punya akal, lebih parah malahan.

Selasa, September 07, 2004

Kuliah lagi .... Sibuk lagi ....

Memasuki minggu kedua kuliah, kesibukan mulai terasa. Disaat inilah penyesalan mulai timbul. Disaat teman² sibuk mempersiapkan kelulusan, bahkan ada yang telah lulus, gw masih sibuk berkutat dengan perkuliahan. Tapi apa hendak dikata. Memang pengalaman itu adalah guru yang paling berharga, tapi sayang datangnya selalu terlambat.
Dan seperti sebuah kalimat bijak yang gw kutip dari sekian banyak kata² bijak seorang teman baikku:
"You cannot go back in time to make a brand new start. You must go on to make a brand new end" (kurang lebih seperti itu, ya kan Null :D)

Btw di akhir minggu ini ada walimahan teman seangkatan gw. Tak terasa telah ada 2 orang di angkatan gw yang tidak lagi menyandang status single. Bahkan juara pertamanya saat ini sedang menunggu kelahiran buah cinta dia dan suaminya (begitu katanya di status YM-nya :D). Karena itu gw rela aja dia kemaren ngehabisin sebagian besar permen Lush yang gw tinggal di lab. Itung² amal, ya gak Nit :D

Udah ah, sekarang udah malem *ups, udah pagi ding*. Bentar lagi jam 7 ada kuliah. bisa bangun gak ya subuh ini? Must go on to bed now....

Kamis, Agustus 12, 2004

Akhirnya kerjaan beres

Akhirnya hari ini hasil SPMB diumumkan. Kerjaan gw untuk bikin web pengumuman khusus untuk yg diterima di ITB selesai juga. Untung banyak yang bantuin. Kalo gak, gak tau deh apa jadinya.
Sekarang ini yang perlu gw pikirin itu tentang TA. Gw ragu apa mau ubah topik atau tetap melanjutkan topik grid computing. Gara² keseringan ngerjain proyek, gw dah malas megang² pemrograman sistem lagi. Pengennya yang berhubungan dengan web gitu. Asik banget kayaknya bikin aplikasi web.

Udah malem, mau pulang dulu.

Btw, multiply.com kok lambet banget ya kalo diakses dari Matrix. Gw gak pernah bisa daftar. Pas udah daftar, gak bisa juga ngikutin link konfirmasinya.

Jumat, April 23, 2004

Thanks for being my Friends

Tadi malem jadi malem yang bahagia deh buat gw. Setelah lama (hampir seminggu) gak SMS-SMS-an sama A, tadi malem baru SMS-an lagi. Ceritanya gini:
Tadi malem dapet SMS bagus dari seorang teman, ada gambar pandanya yang dibikin dari tanda kurung, titik, dan lain-lain. Pokoknya bagus banget. Langsung deh dikirim ke A. A ngebales pake gambar yang gak kalah bagus juga. Gw coba bikin sendiri, tapi lupa bahwa HP A itu N****. Ternyata HP gw bisa niru tampilan layar N**** dan emang hasilnya kacau, tapi dah terlanjur terkirim. Trus A ngebales lagi pake puisi. She said that she miss me soo much.
Waktu itu pas banget gw lagi muter lagunya Bon Jovi - Thank You for Loving Me. Bener-bener jadi saat yang paling berkesan deh. Gw berjanji akan lebih giat berusaha agar dapat mewujudkan impian gw. Thanks A, thanks for everything you've gave to me.